CINXE.COM
Situs Natal Indonesia
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <rss version="2.0" xml:base="https://natal.sabda.org" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"> <channel> <title>Situs Natal Indonesia</title> <link>https://natal.sabda.org</link> <description></description> <language>en</language> <item> <title>Apa yang Telah Dilakukan Yesus? (Dunia Menjadi Jungkir Balik)</title> <link>https://natal.sabda.org/apa_yang_telah_dilakukan_yesus_dunia_menjadi_jungkir_balik</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;">Apa yang Yesus lakukan? Ia menjungkirbalikkan dunia kita dengan mengubah pemahaman dan harapan kita tentang Allah.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Baca- <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mrk+11:1-11;Mrk+14:53-65;Mrk+15:6-15">Markus 11:1-11, Markus 14:53-65, Markus 15:6-15</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Sekarang Anda mungkin melihat judul khotbah ini dan berpikir, "Kita akan mendengar khotbah yang panjang." (Jadi, saya menyuruh untuk membeli sandwich.) Menjawab pertanyaan "Apa yang Telah Yesus Lakukan?" dapat menghabiskan seluruh Alkitab ditambah dengan perpustakaan yang penuh dengan buku-buku teologi dan tafsiran. Jangan khawatir. Saya hanya akan membahas tentang satu minggu dalam kehidupan Yesus.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Bisa dibilang ini adalah minggu yang paling penting. Ini adalah minggu yang merupakan puncak dari keempat kisah Injil, dan keempatnya menceritakan tentang minggu ini dengan lebih detail daripada kisah-kisah lainnya.</p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_dunia_terbalik.JPG" alt="Gambar: bersyukur" style="float: left;height: auto;padding-right: 15px;width: 400px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Hari ini kita membaca tentang kedatangan Yesus di Yerusalem, yang merupakan awal dari akhir pelayanan Yesus di bumi, dan kemudian kita melompat ke depan untuk membaca sedikit tentang hal-hal yang terjadi pada Kamis malam (Kamis Putih) dan Jumat pagi (Jumat Agung), yaitu hari-hari ketika Yesus ditangkap dan disalibkan. Ada banyak hal yang kita lewatkan yang saya harap Anda akan membacanya sendiri. Ayat-ayat yang kita baca hari ini membantu kita untuk mempertimbangkan pertanyaan "Apa yang Yesus lakukan?" dengan cara khusus. Perikop-perikop ini membuat kita berpikir tentang bagaimana Yesus menjungkirbalikkan dunia.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Jika Anda seorang literalis, Anda mungkin berpikir sekarang bahwa Anda tidak dapat benar-benar menjungkirbalikkan dunia. Dalam artian, dunia ini selalu terbalik, atau tidak selalu terbalik. Bumi adalah sebuah bola yang selalu berputar, seperti menggantung di angkasa, jadi bagi kita semua, titik di mana kita berdiri berada tepat di atas. Oleh karena itu, setiap titik di bumi berada tepat di atas. Tidak ada yang terbalik.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Apa yang terjadi yang membuat dunia terbalik adalah kutub magnet terbalik, sesuatu yang terjadi setiap 200-300.000 tahun sekali.[1] Alasan kompas bekerja adalah karena kompas adalah sepotong logam bermagnet. Dalam magnetisme, kutub yang berlawanan akan saling tarik menarik, sehingga jarumnya tertarik ke kutub utara.[2] Sebelum ada GPS, kompas sangat penting untuk navigasi. Mobil saya memiliki kompas built-in yang selalu memberi tahu kami ke arah mana kami menuju. Ini sangat berguna. Namun, jika kutub magnet bumi tiba-tiba berbalik, kami akan kebingungan. Bahkan, GPS pun menggunakan kutub-kutub tersebut, jadi akan ada banyak orang yang tiba-tiba tersesat.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Allah tidak ingin kita tersesat, jadi Allah datang ke bumi dalam bentuk manusia untuk membawa kita kembali kepada-Nya. Yesus adalah Imanuel, Allah beserta kita. Yesus menjungkirbalikkan pemikiran dan pemahaman kita tentang Allah.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Menjungkirbalikkan dunia sebenarnya adalah tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang di kota kuno Tesalonika kepada <a target="_blank" href="https://biokristi.sabda.org/paulus">Paulus</a> dan Silas ketika mereka mengajar tentang Yesus di sinagoge. Dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kis+17:6">Kisah Para Rasul 17:6</a>, mereka berkata, "Orang-orang ini menjungkirbalikkan dunia..."</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yesus menjungkirbalikkan dunia.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dalam bacaan pertama kita hari ini, Yesus menjungkirbalikkan pemahaman kita tentang kemenangan. Ia masuk ke kota dengan menunggang keledai, sementara orang banyak melambai-lambaikan dahan, melemparkan jubah mereka untuk membuka jalan bagi-Nya, dan berseru, "Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan." Ini seperti apa yang akan diterima oleh seorang pemimpin militer ketika mereka pulang dari pertempuran. Akan ada parade kemenangan. Kita masih melakukan hal ini sampai sekarang, meskipun lebih sering parade ini dilakukan oleh sebuah tim olahraga. Yesus baru saja menang atas kematian: Ia baru saja membangkitkan Lazarus dari kematian (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yoh+11:38-44">Yohanes 11:38-44</a>). Sebelumnya, Ia juga telah membangkitkan anak perempuan dari seorang pemimpin sinagoge bernama Yairus (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mrk+5:21-24,35-43">Markus 5:21-24, 35-43</a>) dan seorang pemuda dari kota Nain (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+7:11-17">Lukas 7:11-17</a>). Hanya Nabi Elia dan Elisa yang pernah melakukan hal ini sebelumnya. Kebangkitan-kebangkitan ini menandakan kemenangan atas dosa dan maut yang akan dimenangkan oleh Yesus pada masa yang akan datang (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/1Ko+15:57">1 Korintus 15:57</a>). Ini adalah jenis kemenangan yang berbeda, kemenangan yang dimenangkan bukan oleh kemampuan manusia atau dengan kekuatan manusia, tetapi oleh <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/roh_kudus_dan_alkitab">Roh Kudus</a> (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Zak+4:6">Zak. 4:6</a>).</p> <p style="margin-bottom:1em;">Itulah yang Yesus lakukan. Ia menjungkirbalikkan dunia.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mrk+14">Markus 14</a>, bacaan kedua kita hari ini, kita melompat beberapa hari ke depan, ke hari Kamis, setelah makan malam bersama para murid. Yesus telah ditangkap dan dibawa ke rumah Imam Besar untuk diinterogasi. Mereka mencari bukti untuk membenarkan hukuman mati bagi Yesus. Saksi-saksi palsu memberikan kesaksian, tetapi kemudian Imam Besar menjadi frustrasi dan mulai menanyai Yesus secara langsung. Dia berkata:</p> <p style="margin-bottom:1em;">"Apakah Engkau tidak memberi jawaban? Orang-orang ini bersaksi untuk melawan-Mu. Akan tetapi Yesus tetap diam dan tidak menjawab. Imam Besar bertanya lagi kepada Yesus: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari yang Terpuji?" (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mrk+14:60-61">Markus 14:60-61, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Di luar tempat itu, di halaman, Petrus menyangkal bahwa ia bahkan tidak mengenal Yesus.[4] Akan tetapi, di dalam Yesus memecah kebisuannya dengan kata-kata ini:</p> <p style="margin-bottom:1em;">"Akulah Dia." Imam Besar merasa ngeri dengan jawaban ini dan merobek pakaiannya untuk mengakui bahwa ini adalah penghujatan yang paling besar. Yesus baru saja mengatakan bahwa Ia lebih dari sekadar Mesias yang mereka harapkan. "Akulah" adalah nama Allah yang dinyatakan Allah kepada Musa ketika Musa bertanya, "Siapakah nama-Nya? Apa yang harus kukatakan kepada mereka?" Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yoh+1:4">Yohanes 1:4</a>)</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kemudian, Yesus juga memberi mereka gambaran sekilas tentang masa depan. Ia berkata, "Kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah dan datang di atas awan-awan." Dia menyinggung tentang kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya, dan kedatangan-Nya yang kedua kali. Mereka tentu saja memiliki lebih dari yang mereka harapkan, tetapi mereka tidak dapat melihatnya. Mereka tidak dapat melihat bahwa Yesus adalah Allah. Yesus menjungkirbalikkan dunia mereka karena Ia menantang pemahaman mereka tentang siapa Allah dan bagaimana Allah bekerja. Mereka bekerja keras untuk menjadi benar dan mendapatkan pendamaian dengan Allah. Sementara itu, Allah telah mengambil inisiatif dan datang untuk mendamaikan diri-Nya sendiri.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Inilah yang Yesus lakukan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Bacaan ketiga kita hari ini, dari <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mrk+15">Markus 15</a>, terjadi keesokan paginya ketika Yesus dibawa ke hadapan Pilatus, sang gubernur. Di sepanjang kisah-kisah Injil, kita melihat bahwa Yesus telah menarik banyak orang. Kita telah melihat salah satu contohnya dalam bacaan pertama kita dari <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mrk+11">Markus 11</a>. Para pemimpin Yahudi cemburu dengan popularitas dan pengaruh Yesus, dan Pilatus menyadari hal ini. Pilatus ingin segera membebaskan Yesus, jadi ketika orang banyak datang memintanya untuk membebaskan seorang tahanan untuk perayaan Paskah, Pilatus menawarkan Yesus, dengan harapan bahwa itu akan menjadi langkah yang populer. Namun, mereka justru meminta Barabas. Markus mengatakan bahwa imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta Barabas dan bukannya Yesus (15:11), yang menunjukkan bahwa orang banyak itu dengan mudah dimanipulasi untuk berbalik melawan Yesus. Mereka berubah dari bersorak-sorai menjadi mencemooh. Dunia menjadi terbalik.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dunia juga terbalik dengan cara yang lain. Bagian awal Injil Markus mengatakan bahwa kisah Yesus adalah "kabar baik", dan Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa "Dia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang" (1:7). Setiap kali orang banyak berkumpul, Yesus berbicara dengan penuh kuasa serta melakukan penyembuhan dan mukjizat yang menakjubkan. Namun, sekarang Yesus tampak tidak berdaya untuk menyelamatkan diri-Nya sendiri.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yesus bukannya tidak berdaya. Tujuan-Nya bukanlah untuk menyelamatkan diri-Nya sendiri, tetapi untuk menyelamatkan kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yesus berkata, "Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (10:45).[5] Yesus menunjukkan bahwa kesuksesan sejati tidak dimenangkan dalam pengadilan opini publik, tetapi dalam kesediaan kita untuk dengan rendah hati melayani dan memercayai Allah. Hal ini menjungkirbalikkan dunia.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:right;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Yesus menjungkirbalikkan dunia mereka karena Ia menantang pemahaman mereka tentang siapa Allah dan bagaimana Allah bekerja<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Anda mungkin sudah mengetahui bahwa khotbah hari ini terinspirasi oleh lagu dari musikal Broadway "Hamilton" yang berjudul "Yorktown" di mana paduan suara berulang kali bernyanyi, "... dunia terbalik." Musikal ini menceritakan kisah berdirinya negara kita, dengan Alexander Hamilton sebagai tokoh utamanya. Dalam lagu berjudul "Yorktown", Hamilton dan Lafayette bersiap untuk memimpin pasukan mereka dalam pertempuran besar terakhir revolusi, yaitu memperjuangkan kemerdekaan dari Inggris, penguasa dunia. Seharusnya mudah bagi Inggris untuk menang, karena kekuatan militer mereka tak tertandingi. Namun, penjajah yang tidak diunggulkan dan sekutunya, Jerman dan Prancis, berhasil meraih kemenangan. Mereka meraih kemenangan militer melawan pemerintah yang menindas ..... dan dunia menjadi terbalik... Agak paralel dengan Yesus yang meraih kemenangan atas penindasan dosa dan maut.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Hamilton dan tentara Amerika memperoleh kemerdekaan mereka dari Inggris melalui usaha mereka sendiri, meskipun banyak dari mereka yang mungkin akan mengatakan bahwa Allah memberi mereka inspirasi dan keberanian. Akan tetapi, kita tidak memperoleh kemerdekaan kita dari belenggu dosa dan maut melalui usaha kita sendiri.[6] Allah membuktikan kasih-Nya kepada kita, karena ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+5:8">Roma 5:8</a>). Inilah yang Yesus lakukan. Inilah yang Allah lakukan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Salah satu bagian favorit saya dari kisah <a target="_blank" href="https://paskah.sabda.org/minggu_palma">Minggu Palem</a> adalah ketika Yesus menyuruh para murid untuk meminjam keledai. Yesus berkata jika ada orang yang menghentikan mereka, katakanlah, "Tuhan membutuhkannya dan akan mengembalikannya." Hal ini selalu mengingatkan saya pada adegan di salah satu film Star Wars di mana bangsa Jedi menggunakan kekuatan untuk membuat para penjaga kekaisaran membiarkan mereka pergi dengan melambaikan telapak tangan dan berkata, "Ini bukan droid yang kalian cari." Hal itu berhasil, dan para penjaga pun pergi. Demikian pula, para murid berkata, "Tuhan membutuhkannya dan akan mengembalikannya," dan itu berhasil. Mereka dapat mengambil keledai itu.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Itu berhasil karena mereka melakukan perintah Yesus.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Itu berhasil karena Yesus adalah Allah.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika kita merenungkan peristiwa-peristiwa dalam Pekan Suci, kita perlu mengingat hal ini:</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yesus adalah Imanuel, Allah beserta kita, "Aku adalah Aku."</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yang walaupun memiliki rupa Allah,</p> <p style="font-size:90%;font-style:italic;margin-bottom:1em;padding-left:1.5em;">Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu<br />sebagai sesuatu yang harus dipertahankan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">7 Sebaliknya, Ia membuat diri-Nya tidak memiliki apa-apa;</p> <p style="font-size:90%;font-style:italic;margin-bottom:1em;padding-left:1.5em;">dan menghambakan diri sebagai budak<br />untuk menjadi sama dengan rupa manusia.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dalam keadaan-Nya sebagai manusia,</p> <p style="margin-bottom:1em;">8 Ia merendahkan diri-Nya dengan taat sampai mati,</p> <p style="font-size:90%;margin-bottom:1em;padding-left:1.5em;">bahkan mati di atas kayu salib. (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Flp+2:6-8">Filipi 2:6-8, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Itulah yang Yesus lakukan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">[1] <a target="_blank" href="https://www.nasa.gov/topics/earth/features/2012-poleReversal.html">https://www.nasa.gov/topics/earth/features/2012-poleReversal.html</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">[2] <a target="_blank" href="https://www.universetoday.com/77072/how-does-a-compass-work/">https://www.universetoday.com/77072/how-does-a-compass-work/</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">[3] <a target="_blank" href="https://en.wikipedia.org/wiki/Magnetic_declination#:~:text=The%20GPS%20receiver%20natively%20reads,to%20use%20magnetic%20compass%20readings">https://en.wikipedia.org/wiki/Magnetic_declination#:~:text=The%20GPS%20receiver%20natively%20reads,to%20use%20magnetic%20compass%20readings</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">[4] Kontras ini dicatat oleh Lamar Williamson, Jr. dalam Mark/Interpretation: A Bible Commentary for Preaching and Teaching, (Westminster John Knox Press, 1973), hal. 267.</p> <p style="margin-bottom:1em;">[5] Thomas Long dalam Joel B Green. Connections: Year B, Jilid 2 (Connections: A Lectionary Commentary for Preaching and Worship) (Lokasi Kindle 4372-4373). Presbyterian Publishing Corporation. Edisi Kindle.</p> <p style="margin-bottom:1em;">[6] <a target="_blank" href="https://sonofhistory.com/2019/06/30/alexander-hamiltons-last-words/">https://sonofhistory.com/2019/06/30/alexander-hamiltons-last-words/</a></p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Diterbitkan oleh mkrabbe</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Saya adalah seorang istri, ibu, nenek, pendeta, penulis, kutu buku, dan penari di toko kelontong.</p> <p style="margin-bottom:1em;">(t/Jing-jing)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diambil dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">United Presbyterian Church</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://upcsterling.com/2021/03/30/what-did-jesus-do-the-world-turned-upside-down/">https://upcsterling.com/2021/03/30/what-did-jesus-do-the-world-turned-upside-down/</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">What Did Jesus Do? (The World Turned Upside Down)</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Mkrabbe</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Tanggal akses</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">21 November 2023</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Mon, 16 Dec 2024 08:26:15 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37069 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>Mempersiapkan Hati Kita untuk Natal</title> <link>https://natal.sabda.org/mempersiapkan_hati_kita_untuk_natal</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;">Masa Natal membawa perasaan yang semakin kuat bahwa sesuatu yang indah akan datang.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dapatkah Anda merasakannya?</p> <p style="margin-bottom:1em;">Seperti suara sayup-sayup di kejauhan yang semakin mendekat. Seperti penantian di bandara untuk bertemu kembali dengan orang yang kita kasihi saat mereka keluar dari terminal kedatangan. Seperti momen tepat sebelum matahari muncul dari balik cakrawala. Seperti sebuah janji yang akan menjadi kenyataan. Sesuatu yang indah akan datang.</p> <p style="font-size:90%;margin-bottom:1em;padding-left:1.5em;">"Untuk sesaat Anda mencium aroma yang mengingatkan Anda pada tempat yang belum pernah Anda kunjungi dan waktu yang tidak dapat Anda ungkapkan dengan kata-kata. Anda sadar akan detak jantung Anda. Hal luar biasa yang akan terjadi hanya dapat ditandingi oleh momen luar biasa sebelum hal itu terjadi. Adven adalah nama dari momen tersebut." (Frederick Buechner)</p> <p style="margin-bottom:1em;">Adven. Artinya, sesuatu yang luar biasa akan datang.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Hari Minggu yang lalu menandai dimulainya masa <a target="_blank" href="https://project.sabda.org/adven">Adven</a>, sebuah masa dalam kalender liturgi yang dimulai setiap tahun pada hari Minggu keempat sebelum Natal. Ini adalah waktu untuk menyediakan ruang dan mempersiapkan hati kita untuk menghargai Kristus. Namun di tengah hiruk pikuk akhir tahun, sangat mudah untuk menyia-nyiakan momen penantian yang berharga ini. Kita tahu betul bagaimana rasanya bulan Desember berlalu begitu saja dan tiba di ambang pintu Natal sebagai korban kelelahan dari zaman konsumerisme kita.</p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_mempersiapkan_hati.JPG" alt="Gambar: bersyukur" style="float: left;height: auto;padding-right: 15px;width: 400px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Bereaksi ... Mengatur ... Berbelanja ... Merencanakan ... Membungkus ... Menganggarkan ... Menekankan ... Makan ... Makan saat stres.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Jadi saya menulis kepada mereka, seperti saya, yang perlu melambat dan memahami kata-kata yang sering terlewatkan dari lagu Natal yang terkenal, "Hendaklah setiap hati menyiapkan tempat bagi-Nya." ("Let every heart prepare Him room", Joy to The World)</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Adven: Masa untuk Mengingat</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika kita mengingat janji-janji Allah yang digenapi pada hari Natal, kita diingatkan kembali tentang betapa kuatnya <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/inkarnasi_yesus">inkarnasi Kristus</a> mengguncang dunia! Makna Natal jauh lebih dalam dari sekadar hari libur nasional, tradisi keluarga, lampu-lampu yang indah, dan kesempatan untuk menyegarkan kembali stok kaus kaki Anda yang sudah menipis.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Natal berarti revolusi! Natal berarti keajaiban! Natal berarti Allah telah datang kepada kita!</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sang Raja Surga menukar takhta-Nya dengan sebuah buaian.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yang Maha Kuasa membungkus diri-Nya dengan kerentanan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sang Pencipta masuk ke dalam ciptaan-Nya sendiri.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sang Penulis menaruh diri-Nya sendiri di atas kertas.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yang Tak Terbatas menjadi bayi.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sang Pemberi menjadi pemberian.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yesus datang sebagai Imanuel -- 'Allah beserta kita'. Mengingat bahwa Allah telah mendekat, memperkuat dalam diri saya keinginan untuk mencari Dia.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Masa Adven: Masa yang Dinanti-nantikan</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Ada sesuatu dalam mengamati masa Adven yang tidak hanya membangkitkan kenangan penuh <a target="_blank" href="https://wanita.sabda.org/sukacita_dalam_realitas_natal">sukacita</a> akan kedatangan Kristus yang pertama, tetapi juga kerinduan yang mendalam akan kedatangan-Nya yang kedua kali (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Why+22:20">Wahyu 22:20</a>). Dalam banyak hal, Gereja pada zaman sekarang ini berada dalam posisi yang serupa dengan umat Allah pada akhir Perjanjian Lama -- terpinggirkan dalam pengasingan, berharap dalam kegelapan, menunggu dalam keheningan untuk hari ketika Kristus datang kembali dan (dalam kata-kata Tolkien) "membuat semua yang menyedihkan menjadi lenyap."</p> <p style="margin-bottom:1em;">Seperti seorang anak kecil pada <a target="_blank" href="https://wanita.sabda.org/natal_bukan_sekadar_perayaan">malam Natal</a> yang terjebak di antara kenangan indah dari Natal yang lalu, sambil menunggu dengan penuh harap akan Natal yang akan datang, demikian pula umat Allah yang hidup di antara seruan "Haleluya!" saat kebangkitan Kristus dan erangan "Maranatha!" saat menantikan kedatangan Kristus kembali.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Di sinilah -- dalam penantian Adven -- umat Allah menemukan jenis sukacita yang unik yang hanya dapat dilihat sekilas melalui lensa antisipasi yang penuh penyembahan.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:right;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Kita tahu betul bagaimana rasanya bulan Desember berlalu begitu saja dan tiba di ambang pintu Natal sebagai korban kelelahan dari zaman konsumerisme kita.<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Timothy Paul Jones menulis, "Dalam masa Adven, orang-orang Kristen merangkul rintihan, mengenalinya bukan sebagai rintihan tanpa harapan atas kekurangan pada saat ini, tetapi sebagai kerinduan yang penuh pengharapan akan perjamuan ilahi yang Yesus persiapkan bagi kita. Pada masa Adven, gereja mengakui, seperti yang dikatakan oleh penyair R.S. Thomas, bahwa "maknanya terkandung dalam penantian." Dan yang kita nantikan adalah Adven terakhir yang akan datang. Seperti halnya bangsa Israel kuno yang menantikan kedatangan <a target="_blank" href="https://biokristi.sabda.org/sang_mesias_lahir">Mesias</a> dalam rupa manusia, kita menantikan kedatangan Mesias dalam kemuliaan. Pada masa Adven, orang-orang percaya mengakui bahwa bayi yang menarik napas pertamanya di antara kedua lutut seorang perawan masih belum mengucapkan kata-kata terakhirnya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Adven adalah cara untuk mengingatkan kita bahwa kita adalah peziarah yang sedang singgah, bahwa kehancuran dunia ini tidak akan selamanya seperti ini, bahwa Raja yang sejati akan segera datang kembali.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Mempersiapkan Hati Kita untuk Natal</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Seperti halnya dengan semua hal, mengetahui dari mana kita harus memulai biasanya merupakan bagian yang paling sulit. Bagi keluarga, merayakan masa Adven bersama-sama mungkin merupakan waktu yang tepat untuk menyalakan kembali api devosi keluarga, atau menyalakannya untuk pertama kali.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Bulan Desember akan sangat sibuk. Akan tetapi, itu kesibukan itu tidak harus membuat kita bingung. Mari kita mulai mempersiapkan tempat di hati kita pada masa Adven ini untuk Imanuel -- Allah yang menyertai kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;">(t/Jing-jing)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diterjemahkan dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">au.thegospelcoalition.org</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://au.thegospelcoalition.org/article/preparing-hearts-christmas/">https://au.thegospelcoalition.org/article/preparing-hearts-christmas/</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Preparing Our Hearts for Christmas</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">ADAM RAMSEY</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Mon, 16 Dec 2024 08:21:43 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37068 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>Cara Memedulikan Mereka yang Patah Hati saat Natal</title> <link>https://natal.sabda.org/cara_memedulikan_mereka_yang_patah_hati_saat_natal</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;">Semakin banyak suka dan duka yang saya jalani secara pribadi dan saksikan pada orang-orang di sekitar saya, semakin yakin saya bahwa Natal -- di atas masa raya lainnya -- cenderung membuat hal-hal manis dalam hidup menjadi lebih manis dan hal-hal sulit menjadi lebih sulit.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Bagi sebagian orang, Natal kali ini akan membawa ledakan kegembiraan saat kita memenuhi rumah kita dengan lampu, nyanyian pujian, dan berbagai generasi dari orang-orang yang kita kasihi. Bagi yang lain, setiap hari akan menjadi prestasi ketahanan saat kita berjalan dengan susah payah melalui pengingat akan kekurangan, atau ingatan akan kehilangan. Mengingat jaminan Yesus bahwa dalam hidup ini kita akan mengalami kesukaran (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yoh+16:33">Yohanes 16:33</a>), kemungkinan besar kita akan mengalami kedua jenis pengalaman Natal (jika kita belum mengalaminya).</p> <p style="margin-bottom:1em;">Mereka yang menghadapi masa kelam kekecewaan dan rasa sakit dapat menemukan penghiburan dalam janji Allah untuk mendekat kepada mereka yang patah hati dan menyelamatkan mereka yang hancur dalam roh (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mzm+34:18">Mazmur 34:18</a>). Sementara itu, orang-orang yang menantikan masa cerah dari rasa syukur dan keceriaan dapat mencerminkan belas kasih Allah kita dengan mendekatkan diri kepada orang-orang yang patah hati di sekitar kita.</p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_cara_memedulikan.JPG" alt="Gambar: bersyukur" style="float: left;height: auto;padding-right: 15px;width: 400px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;"><a target="_blank" href="https://natal.sabda.org/category/kata_kunci/juru_selamat">Juru Selamat</a> yang kita rayakan pada Natal ini melihat air mata kita (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mzm+56:8">Mazmur 56:8</a>), mendekat (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mzm+145:18">Mazmur 145:18</a>), dan selalu bersama kita (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+28:20">Matius 28:20</a>). Demikian pula, kita mencerminkan cinta kasih-Nya saat kita mengingat mereka yang menderita di sekitar kita, mengundang mereka masuk, melangkah ke dalam kebutuhan mereka, dan tetap hadir dengan tabah melalui itu semua.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>1. Mengingat Mereka yang Menderita</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Bagi kita yang berada dalam kegembiraan Natal yang semarak, mungkin mudah untuk melupakan masa-masa yang lebih sulit yang pernah kita alami pada masa lalu. Mereka yang kini menikmati kedekatan terus-menerus sebagai pasangan mungkin lupa dengan betapa sepinya menjadi seorang <a target="_blank" href="https://www.telaga.org/audio/kehidupan_lajang_dari_perspektif_wanita">lajang</a> pada hari Natal, yang merindukan pernikahan. Mereka yang sekarang menetap di rumah idealnya mungkin melupakan kegelisahan Natal dari para gelandangan yang dihabiskan di tempat-tempat penampungan sementara. Mereka yang sekarang tengah mengalami stabilitas keuangan mungkin melupakan tekanan Natal yang dihabiskan dengan cemas mencoba membayar tagihan, memberi makan keluarga, dan berkorban untuk mendapatkan hadiah.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Saat kita mempertimbangkan pencobaan masa lalu kita dan dorongan serta janji yang paling kita pegang, kita lebih cepat mengenali dan menghibur orang lain dalam penderitaan mereka dengan penghiburan yang pertama kali kita terima dari Kristus (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/2Ko+1:4">2 Korintus 1:4</a>). Kenangan akan penderitaan kita sering kali melembutkan hati kita terhadap yang lain di dalam penderitaan mereka.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Beberapa perhatian paling berarti yang pernah saya terima berasal dari perhatian dan niat dari mereka yang secara konsisten peduli kepada saya selama melalui masa-masa sulit -- terutama yang berkepanjangan. Kita juga dapat menindaklanjuti permintaan doa yang dibagikan dalam kelompok kecil beberapa minggu sebelumnya, mengirim pesan teks kepada teman kita ketika kesedihan mereka terlintas di benak kita, membuat kue untuk tetangga yang <a target="_blank" href="https://natal.sabda.org/7_tip_merayakan_natal_bersama_keluarga">merayakan Natal</a> sendirian, atau menuliskan catatan penyemangat untuk rekan kerja yang sedang berjuang. Kita bahkan mungkin dapat menelepon seorang anggota keluarga pada hari yang sangat sulit pada masa Natal. Dengan melakukan itu, kita meyakinkan mereka yang tengah berjuang bahwa kesedihan mereka tidak diabaikan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yesus datang pada hari Natal untuk menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan setia (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ibr+2:17">Ibrani 2:17</a>). Kita juga bisa menjadi orang yang penuh belas kasih dan setia, yang menyimpan rasa sakit di hati kita dan mengungkapkannya, dan dengan demikian mencerminkan bagaimana Dia mempedulikan mereka.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>2. Undang Mereka Masuk</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Duka dapat menjadi rasa kesepian -- terutama pada masa yang begitu berpusat pada kebersamaan. Namun, masa ini dibangun di sekitar penyambutan Imanuel (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+1:23">Matius 1:23</a>) —- Allah senantiasa beserta kita, yang hidup dan mati-Nya mengundang kita ke dalam persekutuan yang tak terputus dengan-Nya dan kasih yang tidak dapat dipisahkan oleh apa pun (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+8:38">Roma 8:38</a>–39 ). Sebagaimana Kristus telah menyambut kita, demikianlah Ia memerintahkan kita untuk saling menyambut, agar Allah dimuliakan dalam refleksi ini akan Dia (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+15:7">Roma 15:7</a>).</p> <p style="margin-bottom:1em;">Baik secara naluriah maupun cara yang tidak nyaman, kita dapat menyambut mereka yang kesepian dalam kesenangan kita pada masa ini. Kita dapat meminta mereka untuk bergabung dengan kita saat memilih dan membeli pohon Natal/cemara untuk dipajang di rumah, mengundang mereka untuk menonton film Natal, memberi mereka tempat duduk bersama keluarga kita selama kebaktian Malam Natal, atau menyambut mereka dalam acara makan siang Natal kita. Allah kita menempatkan orang yang sebatang kara ke dalam rumah (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mzm+68:6">Mazmur 68:6</a>). Kita dapat menjadi salah satu dari rumah itu pada masa ini, yang dengan terbuka menerima orang lain sebagaimana Allah Bapa kita mengutus Kristus menjadi saudara bagi kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>3. Melangkah pada Kebutuhan</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Seringkali, masalah orang lain begitu besar dan kesengsaraan mereka begitu menghancurkan sehingga kita (dengan benar) memahami cara-cara yang harus diintervensi Allah untuk menasihati dan memulihkan sebagaimana yang hanya Dia bisa. Akan tetapi, bahkan saat kita berdoa agar Dia melakukannya untuk yang terluka pada Natal ini, kita dapat mencari peluang kecil dan segera untuk melangkah pada kebutuhan yang nyata, seperti gema samar dari Firman yang menjelma pada saat Natal untuk memberi makan, menyembuhkan, dan memenuhi kebutuhan mereka dengan tinggal antara kita (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yoh+1:14">Yohanes 1:14</a>).</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:right;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Natal -- di atas masa raya lainnya -- cenderung membuat hal-hal manis dalam hidup menjadi lebih manis dan hal-hal sulit menjadi lebih sulit.<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Mungkin, Dia akan memimpin kita untuk membeli hadiah Natal bagi anak-anak dari orang tua yang baru saja di-PHK, membersihkan salju untuk tetangga yang sakit parah, atau mengantar seorang anggota gereja yang berusia lanjut untuk mengunjungi cucu-cucunya. Dan, ketika kita tidak tahu apa yang paling bermanfaat bagi mereka yang bergumul di sekitar kita, kita dapat merendahkan diri untuk bertanya kepada mereka — mencari apa yang terbaik daripada mencoba melayani dengan cara yang mungkin secara tidak sengaja membebani mereka. Allah mengetahui apa yang kita butuhkan, bahkan sebelum kita memintanya (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+6:8">Matius 6:8</a>), tetapi kita bukanlah Dia.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita mungkin tidak dapat memecahkan masalah terbesar orang lain, tetapi kita dapat memenuhi kebutuhan mereka lainnya untuk mencerminkan Gembala yang melihat dan menawarkan untuk memenuhi kebutuhan terdalam mereka.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>4. Tetap Hadir</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita menghabiskan banyak waktu pada hari Natal membicarakan tentang hadiah, dengan seringkali melupakan akar dari kata kehadiran -- sebuah hadiah dan pelayanan berharga, yang dapat kita berikan kepada orang-orang yang berduka di sekitar kita. Saat kita berdoa dengan kesedihan dalam keheningan karena kebenaran telah diucapkan dan kita tidak dapat memikirkan apa pun yang tersisa untuk dikatakan, saat kita duduk dengan ketakutan di kamar rumah sakit menunggu kabar terbaru, saat kita memegang tangan mereka yang menangis di ruang keluarga kita, kita dapat memercayai <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/roh_kudus_dan_alkitab">Roh Kudus</a> untuk bersyafaat bagi kita dengan keluhan yang terlalu dalam untuk diucapkan (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+8:26">Roma 8:26</a>).</p> <p style="margin-bottom:1em;">Allah kita selalu bersama kita (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mzm+73:23">Mazmur 73:23</a>). Kita tidak bisa (dan tidak perlu) hadir di berbagai tempat sekaligus untuk bersama mereka yang kesepian. Namun, kita bisa menawarkan kenyamanan (bahkan dalam sikap diam kita) melalui kehadiran kita sebagai demonstrasi kecil dari kasih setia-Nya.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Memantulkan Cahaya Dunia</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Mengingat suka dan duka di sekitar kita pada masa ini, kita akan melakukannya dengan baik, dengan memulainya di dalam doa, untuk meminta hati yang lembut, yang digerakkan oleh penderitaan orang-orang di sekitar kita agar Allah memperbaiki apa yang hanya bisa Dia lakukan, untuk memahami bagaimana Dia bisa membuat kita bejana belas kasih penyembuhan-Nya, dan untuk roh yang rela digunakan semacam itu.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Natal, pertama-tama, adalah sinar Matahari yang menyinari kita dari tempat tinggi (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+1:78">Lukas 1:78</a>–79) -- Allah kita yang penuh belas kasihan datang untuk memberi terang kepada kita dalam kegelapan dan membimbing kaki kita ke jalan kedamaian saat kita berjalan melewati hal-hal manis yang dibuat Natal menjadi lebih manis dan indah serta hal-hal sulit yang dibuat Natal menjadi lebih sulit. Bayi yang kita rayakan pada masa ini diutus untuk membalut mereka yang patah hati (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yes+61:1">Yesaya 61:1</a>) -- baik patah hati kita maupun orang-orang di sekitar kita -- dan kita memantulkan Terang Dunia pada masa raya ini dengan menjalankan pelayanan-Nya dengan belas kasih, hikmat, dan kesetiaan yang kita jumpai di dalam diri-Nya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">(t/N. Risanti)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diterjemahkan dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Desiring God</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://www.desiringgod.org/articles/how-to-care-for-the-brokenhearted-at-christmas">https://www.desiringgod.org/articles/how-to-care-for-the-brokenhearted-at-christmas</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">How to Care for the Brokenhearted at Christmas</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Kaitlin Miller</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Tue, 10 Dec 2024 08:53:48 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37065 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>Ibrani 2:14-15 Dua Alasan untuk Natal</title> <link>https://natal.sabda.org/ibrani_21415_dua_alasan_untuk_natal</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;">Mari buka Alkitab kita di <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ibr+2:14-15">Ibrani 2:14-15</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita telah sampai pada apa yang oleh sebagian orang disebut sebagai "waktu yang paling indah sepanjang tahun". Saya mungkin akan memilih musim panas daripada musim dingin, tetapi ini bukan karena cuacanya. Musim ini terasa indah karena sesuatu yang lain; karena sepanjang tahun ini, kita semua terjebak dalam sebuah kisah. Ini adalah kisah tentang seorang raja yang datang dengan cara tak terduga yang memenangkan perang untuk rakyatnya yang tidak dapat mereka menangkan sendiri. Ini adalah sebuah kisah yang telah melahirkan ribuan kisah lainnya, tetapi tidak ada yang bisa menyamai kisah aslinya. Sebab, inilah kisahyang terbaik.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Jadi, izinkan saya menceritakan kisah tersebut.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dahulu kala, di suatu tempat yang tidak begitu jauh, seorang pria dan seorang wanita hidup di dunia yang sempurna. Mereka menikmati kehadiran Allah bersama mereka. Pekerjaan itu mudah dan bermanfaat. Hubungan mereka tanpa ketegangan. Mereka memiliki semua yang mereka butuhkan. Tempat itu benar-benar luar biasa. Namun suatu hari, seekor ular merayap masuk dengan membawa kebohongan tentang Allah, dan di dalam hati mereka, mereka mulai percaya bahwa Allah sedang menindas mereka. Mereka mendengarkan kebohongan ular itu dan memberontak terhadap Allah. Namun, alih-alih memberikan sesuatu yang lebih baik, pemberontakan mereka justru membawa sesuatu yang buruk ke dalam dunia. Sesuatu yang telah diperingatkan oleh Allah, tetapi mereka tidak mau percaya. Hal itu sangat mengerikan sehingga setiap orang yang datang setelahnya akan takut. Itulah yang disebut sebagai Kematian. Sejak saat itu, kematian telah menjadi ancaman yang terbesar bagi setiap orang. Kematian mengintai di balik setiap sudut, bersembunyi di setiap ruang gelap, membayangi setiap kegembiraan, dan merupakan akhir dari kehidupan yang paling hebat sekalipun. Kematian adalah musuh yang tidak bisa kita hindari dan tidak bisa kita kalahkan. Kematian akan datang kepada kita semua, dan satu-satunya perbedaan di antara kita adalah kapan kematian itu datang.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita telah mencoba memecahkan masalah kematian. Kita telah mencari mata air awet muda. Laboratorium kita menggali kedalaman ilmu pengetahuan untuk menemukan obatnya. Obat-obatan dapat memperpanjang usia kita, tetapi tidak dapat menjamin kita. Diet dan olahraga dapat memperpanjang usia kita, tetapi tidak dapat menyelamatkan kita. Dari semua hal di dunia ini, kematian adalah peristiwa yang paling pasti terjadi pada kita. Karena itu, kita takut akan kematian -- akan cara, metode, realitasnya -- dan diperbudak oleh rasa takut itu.</p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_dua_alasan.JPG" alt="Gambar: bersyukur" style="float: left;height: auto;padding-right: 15px;width: 400px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Namun, sesuatu yang lain terjadi pada hari itu di Taman Eden. Setelah <a target="_blank" href="https://www.pesta.org/siapakah_adam_menurut_alkitab">Adam dan Hawa</a> jatuh dalam dosa, Allah berjanji bahwa suatu hari nanti keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular di bawah tumitnya. Suatu hari, iblis, pencetus kelahiran sang maut di Taman itu, akan kehilangan kuasanya untuk menundukkan kita. Suatu hari, anak-anak Allah akan mendapatkan kehidupan mereka kembali. Suatu hari, maut akan mati.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kemudian dunia terus berputar, abad demi abad berlalu, dan bangsa demi bangsa didirikan, berkembang, dan lenyap. Namun melalui semua itu, janji Allah tidak pernah pudar. Dia tidak pernah goyah. Dia tidak pernah menyerah. Dia terus menceritakan kisah yang sama berulang kali: Juru Selamat akan datang!</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dan suatu hari, dahulu kala, di suatu tempat yang tidak begitu jauh, ketika tampaknya tidak ada harapan bahwa Juru Selamat yang dari Allah akan datang, Allah justru mengobarkan sebuah peperangan melawan maut, dan Juru Selamat-Nya maju ke medan perang. Namun yang mengejutkan semua orang, Dia bukanlah raksasa seperti Goliat. Dia rendah hati seperti Daud. Dia bukanlah seorang politikus yang mengesankan seperti Kaisar. Dia adalah orang biasa seperti saya dan Anda, seorang tukang kayu. Dia adalah seorang bayi yang lahir di sebuah palungan di kota Betlehem. Namanya adalah Yesus. Dia sama seperti kita -- darah dan daging -- tetapi juga berbeda dalam hal yang lain. Dia adalah Anak Allah, Allah yang sejati, pancaran kemuliaan Allah, dan jejak yang tepat dari natur Allah. Juru Selamat telah datang, dan Juru Selamat itu adalah Allah sendiri.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita merayakan kisah ini setiap tahun pada saat Natal. Ini adalah waktu yang paling indah sepanjang tahun karena mengingatkan kita bahwa Allah telah menepati janji-Nya. Dia telah datang untuk memperbaiki segala sesuatunya. Yesus tidak bangkit dari dunia ini, tetapi turun dari takhta surgawi. Pada hari Natal, Allah turun ke bumi. Kita menyebutnya sebagai inkarnasi Yesus. Sang Pewaris segala sesuatu, Pencipta segala sesuatu, yang menopang alam semesta dengan kuasa firman-Nya, turun untuk menyelamatkan kita. Dia menjadi sama seperti kita, jadi ketika kita melihat keselamatan yang telah Dia berikan melalui darah-Nya, kita tahu bahwa Dia adalah orang yang sama seperti kita dan yang menyelamatkan orang-orang seperti kita. Keselamatan yang berasal dari-Nya bukanlah keselamatan yang bersifat teoretis, melainkan adalah sesuatu yang benar-benar nyata.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yesus turun ke dunia bukan seperti dewa Yunani yang turun dari Olympus untuk memeriksa keadaan di bawah sana, tetapi untuk menjadi sama seperti kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa, dan untuk menyelamatkan kita karena Dia tahu bagaimana keadaan kita di bawah sana. Natal adalah kisah tentang Allah yang menjadi seperti kita. Dan Dia tidak hanya berkunjung sebentar. Dia turun ke dunia untuk tinggal. Dia datang dengan sebuah misi untuk sebuah tujuan, yang membawa kita kepada nas kita hari ini, <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ibr+2:14-15">Ibrani 2:14-15 (AYT)</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">"14 Karena anak-anak itu adalah manusia yang memiliki darah dan daging, maka Yesus juga mengambil bagian dalam keadaan mereka supaya melalui kematian-Nya, Ia dapat membinasakan dia yang memiliki kuasa atas kematian, yaitu Iblis. 15 Dan membebaskan mereka yang seumur hidupnya diperbudak oleh ketakutan akan kematian.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ini adalah firman Tuhan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Nah, itulah penghiburan dan sukacita yang sesungguhnya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita melihat ada dua alasan untuk Natal. Alasan yang pertama menjadi syarat bagi yang kedua.</p> <p style="margin-bottom:1em;">(Alasan #1) Yesus menjadikan diri-Nya seperti kita sehingga (Alasan #2) Yesus dapat menaklukkan maut bagi kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Alasan #1: Yesus Menjadikan Diri-Nya Seperti Kita</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Lihatlah ayat 14. "Karena anak-anak itu adalah manusia yang memiliki darah dan daging, maka Yesus juga mengambil bagian dalam keadaan mereka ...."</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika penulis kitab Ibrani mulai menjelaskan solusi Allah atas kematian, dia memulainya dengan inkarnasi pada hari Natal. Karena anak-anak manusia adalah darah dan daging, Yesus mengambil bagian dalam hal yang sama. Yesus menjadi manusia karena kita adalah manusia. Yesus perlu menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Mengapa demikian? Mengapa Yesus perlu menjadi manusia? Katekismus Heidelberg, yang ditulis pada tahun 1500-an, mengajukan pertanyaan yang sama.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>T: Mengapa Dia harus menjadi orang yang benar dan saleh?</b></p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>J: Dia haruslah seorang yang benar karena keadilan Allah mengharuskan sifat manusia yang sama, yang telah berdosa, untuk membayar akibat dosa. Dia haruslah seorang yang benar karena orang yang berdosa tidak dapat menanggung dosa orang lain.</b></p> <p style="margin-bottom:1em;"><a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+6:23">Roma 6:23</a> mengatakan, "upah dosa adalah maut." Kematian adalah sesuatu yang kita dapatkan karena kita layak mendapatkannya. Dengan kata lain, kematian adalah "upah" kita. Mungkin bukan upah yang kita inginkan, tetapi itulah upah yang harus kita terima. Kita mendapatkan apa yang kita usahakan. Setiap orang yang pernah dilahirkan -- dengan satu pengecualian -- adalah orang berdosa, dan dosa kita membuat kita mendapatkan kematian. Sekarang mungkin terdengar drastis bagi kita. Masuk akal jika hal itu terjadi. Bagaimanapun juga, kitalah yang bertanggung jawab. Akan tetapi, Allah telah memperingatkan Adam dan Hawa tentang hal ini. Dia memperingatkan kita di dalam Alkitab tentang hal ini. Kita berdosa dengan mata terbuka lebar. Kita tahu apa yang kita lakukan. Kita tidak bisa menyangkal kesalahan itu sebab kesalahan kita terlalu nyata.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Namun, hal ini membantu untuk memahami mengapa kematian adalah ganjaran dari dosa. (Dan, omong-omong, penting untuk memahami bahwa yang dimaksud dengan "kematian" di sini bukanlah sekadar kematian secara fisik, tetapi juga kematian kekal. Ganjaran dosa tidak dapat dibayar hanya dengan surat kematian). Kematian adalah upah dari dosa karena sifat alamiah dari Allah. Allah itu kudus dan benar. Sesuai dengan natur-Nya, Dia harus menghukum dosa. Jika tidak, Dia tidak akan menjadi kudus dan benar. Oleh karena itu, ini adalah tentang kekudusan atau sebaliknya. Bukan berarti Dia tidak memberi kita cukup informasi. Kita memiliki hukum Allah yang tertulis. Kita tahu apa yang Dia minta. Masalahnya, kita tidak bisa hidup sesuai dengan standar itu. Adam dan Hawa telah merusak satu-satunya kesempatan kita yang sebenarnya, dan Alkitab mengatakan bahwa kita mewarisi sifat berdosa sejak lahir karena mereka. Namun, kita tidak bisa terlalu menyalahkan mereka. Kita semua telah menambahkan dosa-dosa kita sendiri di atas dosa-dosa mereka. Kita semua bersalah, dan saat kekudusan tidak ada, kematianlah yang berkuasa.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:right;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Kematian akan memisahkan Anda dari dunia ini untuk sementara waktu, tetapi tidak akan memisahkan Anda dari Allah.<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;"><a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+6:23">Roma 6:23</a> sangat menakutkan. "Upah dosa adalah maut." Namun, ada bagian kedua dari ayat tersebut, "karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Yesus Kristus, Tuhan kita." (AYT) Allah memberikan sebuah karunia kepada anak-anak-Nya -- karunia hidup yang kekal. Bagaimanakah karunia itu datang kepada kita? Di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Seperti yang dikatakan Katekismus Heidelberg, karena keadilan Allah mengharuskan natur manusia untuk membayar dosa, Yesus harus menjadi sama dengan kita. Dia harus mengambil bagian dalam hal yang sama. Jika kita ingin diselamatkan, Yesus harus benar-benar, sepenuhnya, menjadi manusia. Dia harus menjadi manusia yang sempurna. Dia harus benar. Dia harus kudus. Karena hanya orang yang benar yang dapat membayar hukuman bagi orang yang tidak benar, hanya orang yang kudus yang dapat membuat orang berdosa menjadi kudus dengan pengorbanannya. Inilah alasan Natal. Kita membutuhkan seorang Juru Selamat, dan Yesus adalah Juru Selamat itu.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Pada hari Natal, Allah yang Maha Kudus dan berdiam di surga turun untuk mengenakan tubuh manusia dan dilahirkan sebagai bayi, sama seperti kita, untuk menyelamatkan umat-Nya yang tidak kudus. Di dalam Yesus, Allah memiliki tubuh yang dapat kita peluk. Dia memiliki tawa yang dapat kita dengar. Dia memiliki wajah dengan senyuman yang dapat kita lihat. Dan karena itu, Dia memiliki tangan yang dapat ditusuk. Dia memiliki pinggang yang dapat dilukai dengan tombak. Dia memiliki kebenaran yang dapat menjadi milik kita dengan iman. Pada hari Natal, Yesus membuat diri-Nya untuk dapat mati sehingga Dia bisa mati untuk menyelamatkan kita. Allah tidak mengalihdayakan tugas ini. Dia tidak bisa melakukannya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Hal ini sangat penting untuk dipahami. Natal tidak akan pernah berarti lebih dari sekadar rasa bahagia yang samar-samar yang dihasilkan dari "semangat musim" jika Anda tidak memahami besarnya kebenaran ini. Sebelum yang lainnya, Natal berteriak kepada kita, "Anda membutuhkan seorang Juru Selamat!" Dan Natal menyediakan Juru Selamat itu.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Natal adalah Allah yang mengatakan kepada kita bahwa kebutuhan kita yang paling mendesak telah terpenuhi di dalam Yesus. Itulah mengapa Natal itu meriah dan cerah. Itulah mengapa ini adalah waktu yang paling indah sepanjang tahun.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Jadi, alasan #1 untuk Natal: Yesus sendiri telah menjadi seperti kita. Sekarang, alasan # 2: agar Dia dapat menaklukkan maut bagi kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Alasan #2: Yesus Menaklukkan Maut bagi Kita</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Mari kita lanjutkan membaca. "14 Karena anak-anak itu adalah manusia yang memiliki darah dan daging, maka Yesus juga mengambil bagian dalam keadaan mereka supaya melalui kematian-Nya, Ia dapat membinasakan dia yang memiliki kuasa atas kematian, yaitu Iblis. 15 Dan membebaskan mereka yang seumur hidupnya diperbudak oleh ketakutan akan kematian." (AYT)</p> <p style="margin-bottom:1em;">Hanya Yesus sebagai manusia yang dapat hidup untuk kita, dan hanya Yesus yang mati yang dapat menyelamatkan kita. Alasan Natal adalah <a target="_blank" href="https://wanita.sabda.org/apa_yang_begitu_baik_tentang_jumat_agung">Jumat Agung</a> dan <a target="_blank" href="https://paskah.sabda.org/kristus_dalam_paskah">Paskah</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dalam Hamlet karya Shakespeare, Hamlet mengatakan bahwa kematian adalah "negeri yang belum ditemukan, yang dari kuburnya tidak ada pelancong yang kembali." Yesus berkata, "Tidak secepat itu." Dia pergi ke negeri yang belum ditemukan itu dan kembali. Kenyataan itu adalah hal yang paling mencengangkan di seluruh dunia. Yesus datang bukan hanya untuk menjalani kehidupan yang sempurna yang gagal kita jalani, tetapi juga untuk mati dalam kematian yang tidak kita inginkan. Dan ketika Dia melakukannya, Dia menjamin sesuatu bagi umat-Nya yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Dia menjamin kehidupan bagi kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Yesus menjamin kehidupan bagi kita dengan cara yang mengejutkan: melalui kematian. Yesus menghancurkan kematian dari dalam. Dia menghancurkan kematian dengan mengalaminya. Dalam seluruh sejarah manusia, tidak ada, dan tidak akan ada, pencapaian yang lebih besar. Semua orang di dunia ini sedang mencari solusi untuk kematian. Hal itu mengintai kita. Kita takut akan hal itu. Dan, kita diperbudak olehnya. Kematian, seperti yang dikatakan oleh seorang penafsir Alkitab (Phillips), bukan hanya sebuah peristiwa yang menanti kita, tetapi juga sebuah kekuatan yang menguasai kita. Ketakutan akan kematian muncul dengan sendirinya dalam sejuta cara yang berbeda. Inilah alasan dari krisis paruh baya yang kita alami. Ini adalah alasan keputusasaan kita. Itu adalah alasan dari kecemasan kita. Itulah alasan kita berpegang pada hal-hal yang terlalu erat. Kematian menguasai kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Akan tetapi, penulis Ibrani ingin kita melihat bagaimana musuh yang besar ini telah ditaklukkan oleh tangan Kristus. Karena Yesus telah mengalami kematian, Dia telah menghancurkan pribadi yang memiliki kuasa maut, yaitu Iblis. Ini bukan berarti Iblis tidak ada lagi. Dia masih ada, tetapi dia tidak lagi memiliki kuasa yang dahulu dia miliki atas kematian.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Iblis mendapatkan kuasa kematian. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Nah, kita harus melihat kembali ke awal Alkitab. Dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kej+3">Kejadian 3</a>, Iblis membawa maut ke dalam dunia di Taman Eden dengan mencobai Adam dan Hawa untuk berbuat dosa. Karena dia memperkenalkan dosa, dia juga memperkenalkan kematian. Ketika Allah menjatuhkan hukuman mati atas dosa, Iblis menakut-nakuti hati nurani manusia dan membawa mereka ke dalam perbudakan di bawah rasa takut akan kematian. Itulah mengapa Iblis disebut sebagai "ilah" dunia ini (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/2Ko+4:4">2 Korintus 4:4</a>) dalam Alkitab. Dia adalah pencipta dosa dan tuan atas orang-orang yang berada di bawah hukuman dosa.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Namun kemudian, Yesus melangkah ke medan perang, tidak mengenakan baju besi yang cocok untuk orang lain tetapi berpakaian seperti kita, dengan daging dan tulang, dengan kulit yang dapat ditusuk dan darah yang dapat ditumpahkan. Ketika Yesus mati di kayu salib, Dia memasuki kematian dengan semua dosa umat Allah dan membawa dosa-dosa itu ke dalam kubur. Namun, Dia kemudian melakukan sesuatu yang tidak diduga oleh iblis. Dia bangkit dari kubur tetapi meninggalkan dosa-dosa itu terkubur. Ketika Dia bangkit pada hari ketiga, Yesus merenggut pedang dari tangan iblis. Kemampuannya untuk menahan rasa bersalah yang mengancam kita telah lenyap. Sengatan maut telah dihilangkan karena Yesus telah menanggungnya di kayu salib. Iblis tidak memiliki kuasa untuk menghukum kita lagi karena Yesus telah membuat kita benar di hadapan Allah. Di kayu salib, Dia menanggung kesalahan kita dan mengembalikan kebenaran-Nya. Dia menanggung aib kita dan mengembalikan kekudusan-Nya. Ini adalah substitusi yang nyata. Dia benar-benar menanggung dosa-dosa kita, dan Dia benar-benar memberikan kebenaran-Nya kepada kita. Dosa kita menjadi milik milik-Nya, karena di atas kayu salib, Dia menanggung semua dosa kita. Dengan cara itulah, sebagaimana yang kita lihat dalam surat Kolose, "Yesus melucuti para pemerintah dan para penguasa, lalu menjadikan mereka tontonan yang memalukan oleh karena kemenangan-Nya di atas kayu salib." Kuasa Iblis telah dihancurkan oleh kematian Kristus.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Karena maut telah mati, ketakutan akan kematian tidak lagi seperti dulu. Dengan kematian-Nya, ketika Yesus mengalahkan musuh besar kita, Dia juga membebaskan kita dari perbudakan besar kita. Maut tidak lagi mengancam kita. Kita tidak perlu lagi takut akan penghakiman yang akan datang. Kita tidak perlu lagi memastikan bahwa kita memeras setiap jengkal dari kehidupan ini karena hanya itu yang kita miliki. Kita tidak perlu lagi menghindari pemikiran akan kematian. Kita tidak lagi diperbudak oleh rasa takut akan kematian. Kita bebas karena Kristus telah memerdekakan kita. Oh, kematian, di manakah sengatmu?</p> <p style="margin-bottom:1em;">Jika Anda memiliki Kristus, hari kematian Anda dapat menjadi hari terindah dalam hidup Anda. Kematian tidak dapat menghancurkan Anda. Kematian hanya dapat membawa Anda ke dalam pelukan Juru Selamat Anda yang sedang menunggu. Kematian akan memisahkan Anda dari dunia ini untuk sementara waktu, tetapi tidak akan memisahkan Anda dari Allah. Kematian akan menyatukan Anda dengan-Nya lebih dekat lagi. Nah, itulah kebebasan!</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Kesimpulan</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Sejarah gereja membantu kita untuk melihat seperti apa kebebasan ini. Saya ingin menceritakan beberapa kisah sebelum kita menutupnya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">John Wesley, penginjil Inggris pada masa Kebangkitan Besar, sedang berada di sebuah kapal yang sedang melintasi Samudra Atlantik dari Inggris ke Georgia. Ada dua kelompok orang di kapal itu: orang-orang sebangsanya dari Inggris dan sekelompok orang Kristen Moravia dari Jerman. Suatu hari, orang-orang Jerman mengadakan kebaktian gereja di dek kapal, dan ketika mereka sedang bernyanyi, badai besar datang. Mereka berada di atas kapal kayu kecil di lautan yang luas, dan Wesley sangat ketakutan. Inilah yang ia tuliskan dalam jurnalnya tentang hari itu.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Di tengah-tengah mazmur yang menjadi dasar kebaktian mereka, air laut menerobos, membelah layar utama menjadi beberapa bagian, memenuhi kapal, dan masuk ke dalam geladak kapal, seakan-akan lautan yang dalam telah menelan kami. Teriakan yang mengerikan mulai terdengar di antara orang-orang Inggris. Orang-orang Jerman dengan tenang bernyanyi. Saya bertanya kepada salah satu dari mereka, "Apakah Anda tidak takut?" Dia menjawab, "Syukur kepada Tuhan, tidak." Saya bertanya, "Tapi apakah wanita dan anak-anak Anda tidak takut?" Dia menjawab, dengan lembut, "Tidak, para wanita dan anak-anak kami tidak takut mati." Dari mereka, saya pergi kepada orang-orang di sebelah mereka yang menangis dan gemetar dan menunjukkan kepada mereka perbedaan pada saat pencobaan, antara orang yang takut kepada Allah dan orang yang tidak takut kepada-Nya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">D.L. Moody, penginjil abad ke-19, berkata, "Suatu hari nanti, ketika Anda membaca di koran-koran bahwa D.L. Moody dari East Northfield, telah meninggal. Janganlah kamu percaya sepatah kata pun! Pada saat itu, saya akan lebih hidup daripada sekarang."</p> <p style="margin-bottom:1em;">F.B. Meyer adalah seorang pendeta dan teman D.L. Moody. Dia hampir meninggal dan mengirim kartu pos kepada seorang teman. "Saya mendahului Anda ke surga. Saya akan pergi. Sampai jumpa di sana."</p> <p style="margin-bottom:1em;">Donald Cargill adalah seorang pengkhotbah Reformasi Skotlandia yang dihukum gantung pada tahun 1681 karena khotbah reformasinya. Dia berkata, "Ini adalah hari yang paling menyenangkan yang pernah saya lihat di bumi. Saya tidak lagi takut akan kematian karena dosa, dibandingkan jika saya tidak pernah berbuat dosa. Karena semua dosa-dosa saya telah diampuni secara cuma-cuma dan dibasuh bersih oleh darah Yesus Kristus."</p> <p style="margin-bottom:1em;">Donald Grey Barnhouse adalah pendeta di Gereja Presbiterian ke-10 di Philadelphia. Istrinya meninggal karena kanker. Dia meninggalkan empat orang anak, semuanya berusia di bawah dua belas tahun. Suatu hari, mereka sedang berkendara di jalan ketika sebuah truk semi besar melintas di depan mereka, membayangi mereka. Barnhouse bertanya kepada anak-anaknya, "Apakah kalian lebih suka ditabrak truk atau berada di bawah bayang-bayang sebuat truk?" Salah satu anak menjawab, "Tentu saja di bawah bayang-bayang truk." Barnhouse berkata, "Nah, itulah yang terjadi pada ibumu .... hanya bayangan kematian yang melintas di atasnya karena kematian itu sendiri yang melindas Yesus."</p> <p style="margin-bottom:1em;">Pada abad ke-3, di kota Kartago, Perpetua adalah seorang ibu yang baru saja menikah dan memiliki seorang anak laki-laki yang masih bayi. Dia dan orang lain dari gerejanya ditangkap karena menjadi orang Kristen. Hukuman mereka adalah diumpankan ke binatang buas untuk menghibur para penonton. Ketika mereka mendengar nasib mereka, mereka kembali ke penjara, dan merasa senang karena bisa mati untuk kemuliaan Allah. Ayah Perpetua datang untuk membujuknya agar menyangkal imannya dan tetap hidup, tetapi dia tidak mau. Dia berkata, "Saya tidak dapat menyebut diri saya selain sebagai seorang Kristen." Ketika hari itu tiba, seekor sapi jantan melemparkannya ke udara, dan rambutnya terurai. Dia meminta waktu untuk merapikan rambutnya kembali karena rambut yang terurai adalah tanda berkabung dan ini adalah hari <a target="_blank" href="https://wanita.sabda.org/sukacita_dalam_realitas_natal">sukacita</a> baginya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ada seorang gadis lain yang ada di sana pada hari itu di Kartago, seorang budak bernama Felicity. Dia sedang hamil, dan merupakan pelanggaran hukum Romawi bagi wanita hamil untuk dieksekusi sampai anaknya lahir. Karena tidak ingin menghadapi eksekusi tanpa anggota gerejanya, dia meminta doa agar anaknya lahir sebelum hari eksekusi. Allah mengabulkan doa mereka. Saat melahirkan, Felicity berteriak kesakitan. Para sipir penjara mengejeknya, bertanya bagaimana dia bisa menghadapi binatang buas jika dia tidak bisa diam saat melahirkan. Felicity menjawab: "Sekarang saya menderita atas apa yang saya alami, tetapi nanti akan ada orang lain di dalam diri saya yang akan menderita untuk saya karena saya akan menderita untuknya."</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika tiba giliran Anda untuk mati, apa yang dapat Anda harapkan dengan iman? Anda dapat mengharapkan hal yang sama. Mereka bukanlah orang-orang super. Mereka adalah orang-orang Kristen biasa seperti Anda dan saya. Yang mereka miliki adalah apa yang kita miliki -- Injil Yesus Kristus dan iman kepada-Nya dengan kuasa <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/roh_kudus_dan_alkitab">Roh Kudus</a>. Mereka bebas dari rasa takut akan kematian karena mereka telah dibebaskan dari konsekuensi kematian oleh kasih karunia Kristus. Mereka tahu bahwa mereka telah bebas, dan jika Anda percaya kepada Kristus, Anda juga harus tahu bahwa Anda telah bebas. Yesus adalah penakluk maut Anda. Dia adalah penebus Anda. Dia adalah <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/juru_selamat_yesus_kristus">Juru Selamat</a> Anda. Ketika tiba giliran Anda untuk mati, Dia akan datang dan menjemput Anda!</p> <p style="margin-bottom:1em;">Inilah alasan mengapa ini adalah waktu yang paling indah sepanjang tahun. Inilah alasan mengapa kita menyanyikan "Kesukaan Bagi Dunia." Karena dahulu kala, di suatu tempat yang tidak terlalu jauh, kutukan dosa memasuki dunia, tetapi kemudian Natal datang, dan melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus, kita memiliki sebuah lagu yang baru. "Jangan lagi membiarkan dosa dan kesedihan tumbuh, atau duri-duri merajalela di tanah. Dia datang untuk membuat berkat-Nya mengalir, sejauh kutuk ditemukan, sejauh kutuk ditemukan." (Joy to The World bait ke 3, Red.).</p> <p style="margin-bottom:1em;">(t/Jing-jing)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diambil dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Things of the sort</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://www.thingsofthesort.com/sermons-2/2023/2/11/hebrews-214-15-two-reasons-for-christmas?rq=Christmas">https://www.thingsofthesort.com/sermons-2/2023/2/11/hebrews-214-15-two-reasons-for-christmas?rq=Christmas</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ibr+2:14-15">Hebrews 2:14-15</a> Two Reasons for Christmas</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">David McLemore</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Tue, 10 Dec 2024 08:50:04 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37064 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>LILIN PENGHARAPAN ADVEN</title> <link>https://natal.sabda.org/lilin_pengharapan_adven</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;"><b>LIMA LILIN SAAT NATAL (Seri Khotbah Adven)</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">"Lilin Pengharapan Adven" (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+1:22-23">Matius 1:22-23</a>)</p> <p style="margin-bottom:1em;">PENGANTAR: Hari ini adalah hari Minggu pertama di masa Adven. Masa Adven terdiri dari empat minggu sebelum Natal. Ini adalah tradisi lama yang berasal dari tahun 400-an ketika gereja mula-mula mengamati periode persiapan menjelang Natal.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Masa Adven adalah masa ketika kita mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk menyambut kedatangan Anak Allah, Juru selamat kita, Yesus Kristus. Kata "Adven" berarti "datang", dan masa Adven berfokus pada kegiatan memperingati kedatangan Kristus yang pertama kali pada hari Natal dan juga mengantisipasi kedatangan Kristus yang kedua kalinya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Pada masa Adven ini, kami akan membagikan serangkaian pesan yang mengeksplorasi berbagai tema yang diwakili oleh lima lilin pada Karangan Bunga Adven. Meskipun lilin telah digunakan di berbagai gereja untuk waktu yang lama, Karangan Bunga Adven adalah tradisi yang cukup baru dalam sejarah gereja. Karangan bunga Adven pertama kali ditemukan oleh seorang pendeta Jerman pada tahun 1839. Dia membuatnya dari roda gerobak tua. Karangan bunga ini sebenarnya memiliki dua puluh delapan lilin -- dua puluh empat lilin merah kecil yang dipasang di pinggiran roda itu dan diselingi dengan empat lilin putih yang lebih besar.</p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_lilin_pengharapan.JPG" alt="Gambar: bersyukur" style="float: left;height: auto;padding-right: 15px;width: 300px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Sang pendeta merancang karangan bunga ini untuk memuaskan rasa penasaran anak-anak di sekolah misi yang setiap hari selalu bertanya kepadanya, "Apakah Natal sudah tiba?" Karena itu, mereka akan menyalakan lilin baru setiap hari untuk membantu anak-anak kecil itu menghitung hari sampai hari Natal tiba. Lilin yang lebih besar dinyalakan pada hari Minggu dan lilin yang lebih kecil pada hari-hari di antaranya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Seiring dengan menyebarnya tradisi, lilin-lilin yang lebih kecil dibuang dan digantikan dengan karangan bunga dengan empat lilin yang lebih besar dan lilin kelima di tengahnya (meskipun banyak keluarga terus menggunakan beberapa bentuk Kalender Adven untuk membantu anak-anak mereka menghitung hari sampai Natal tiba). Empat lilin di luar dinyalakan pada setiap hari Minggu Adven, sementara lilin di tengah dinyalakan hanya pada Malam Natal atau Hari Natal. Ada berbagai interpretasi dari lilin-lilin tersebut, tetapi skema yang paling umum adalah lilin pertama melambangkan pengharapan, lilin kedua melambangkan kedamaian, lilin ketiga melambangkan sukacita, dan lilin keempat melambangkan kasih. Lilin kelima dan yang berada di tengah, tentu saja, melambangkan Kristus.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Meskipun Karangan Bunga Adven merupakan tradisi yang cukup baru dalam sejarah gereja, tema-tema pengharapan, kedamaian, <a target="_blank" href="https://wanita.sabda.org/sukacita_dalam_realitas_natal">sukacita</a>, dan kasih ini sudah ada sejak Natal pertama dan seterusnya. Tema-tema tersebut berakar kuat dalam Kitab Suci, dan karenanya sangat tepat jika pada masa Adven ini kita meluangkan waktu untuk merenungkan berbagai tema tersebut dalam terang Kitab Suci dan kisah Natal.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Lilin pertama melambangkan pengharapan, karena itu hari ini kita akan melihat bagaimana pengharapan dalam Kristus berkaitan dengan masa Adven dan Natal, serta dengan kehidupan kita saat ini. Kita akan melihat berbagai ayat Alkitab di sepanjang pesan ini, tetapi kita akan mulai dengan perikop pengharapan yang digenapi dari <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+1">Matius 1</a>. (Bacalah <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+1:22-23">Matius 1:22-23</a> dan berdoalah.)</p> <p style="margin-bottom:1em;">Lilin Adven yang pertama melambangkan pengharapan. Pengharapan adalah tema penting yang berkaitan dengan Natal, dan terutama berkaitan dengan masa Adven menjelang Natal. Dunia kita sangat membutuhkan pengharapan. Banyak orang saat ini hidup tanpa pengharapan atau telah putus asa. Akan tetapi, Kristus datang pada hari Natal untuk memberikan pengharapan, dan itulah yang ingin kita lihat dalam Kitab Suci pada hari ini.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Hari ini kita akan melihat tiga aspek pengharapan yang berkaitan dengan Kristus dan Natal. 1) Pengharapan di dalam Kristus membuat Anda dapat melewati penantian. 2) Pengharapan di dalam Kristus menolong Anda untuk terus maju. <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Dan+3">Dan. 3</a>) Pengharapan di dalam Kristus tidak mengecewakan.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>I. Pengharapan di dalam Kristus akan membawa Anda melewati penantian (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kej+2:16,17;3:15;12:2-3;Yes+7:140">Kejadian 2:16,17, 3:15, 12:2-3; Yesaya 7:140</a></b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Pertama-tama, pengharapan di dalam Kristus akan membuat Anda melewati masa penantian. Masa Adven adalah masa penantian. Ini adalah waktu untuk kita mengingat masa penantian panjang yang mendahului kedatangan Kristus yang pertama, dan juga waktu untuk kita merenungkan masa penantian akan kedatangan Kristus yang kedua kalinya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Masa penantian yang pertama itu membentang dari Kejadian sampai Matius; dari Adam dan Hawa sampai Yusuf dan Maria, dari Taman Eden sampai palungan di Betlehem.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sinyal pengharapan pertama selama masa penantian yang panjang itu muncul tak lama setelah Adam dan Hawa memberontak terhadap Allah di Taman Eden. Allah berfirman kepada Adam: "Kamu boleh makan dari segala pohon apa yang ada di taman ini, tetapi kamu jangan makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, sebab pada hari kamu memakannya, kamu pasti akan mati." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kej+2:16-17">Kejadian 2:16-17, AYT)</a> Adam dan Hawa tidak mematuhi perintah Allah ini sehingga membawa kematian, bukan hanya pada diri mereka sendiri tetapi juga pada seluruh umat manusia yang akan datang.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika Allah menampakkan diri di Taman Eden dan menjatuhkan hukuman kepada Adam, Hawa, dan ular itu, semuanya tampak suram -- tetapi terselip secercah harapan dalam penghakiman Allah terhadap si ular. Allah mengatakan kepada ular dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kej+3:15">Kejadian 3:15</a>: "Aku akan mengadakan permusuhan antara kamu dan perempuan ini, dan di antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan kamu akan meremukkan tumitnya." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kej+3:15">Kejadian 3:15, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Ular dan keturunannya melambangkan Iblis dan semua orang yang mengikuti jalan Iblis. Perempuan dan keturunannya melambangkan Hawa dan semua orang yang mengasihi dan mengikut Allah. Dan memang sudah ada permusuhan antara Iblis dan mereka yang mengikut Allah sejak di Taman Eden.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Namun, bahkan dalam kata-kata penghukuman ini pun terdapat secercah harapan bagi umat Allah. Karena meskipun keturunan perempuan itu pada awalnya mewakili banyak keturunan Hawa, ayat 15 berfokus pada satu individu khusus yang akan menang atas Iblis dan kejahatan yang telah ditimbulkannya pada umat manusia. Setan akan meremukkan tumit dari individu khusus ini, tetapi orang itu akan meremukkan kepala Setan, dan mengakhiri kekuasaan Setan yang menyengsarakan umat manusia.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sinyal-sinyal pengharapan dalam bentuk nubuat ini terus berlanjut sepanjang periode Perjanjian Lama. Dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kej+12">Kejadian 12</a>, Allah memanggil Abraham dan berjanji kepadanya: "Aku akan menjadikanmu suatu bangsa yang besar, dan Aku akan memberkatimu, dan membuat namamu masyhur, dan kamu akan menjadi berkat. Aku akan memberkati mereka yang memberkatimu, tetapi orang yang mengutukmu akan Aku kutuk. Melaluimu semua kaum di bumi akan diberkati." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kej+12:2-3">Kejadian 12:2-3, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Allah menggenapi janji ini dengan melahirkan bangsa Israel sebagai keturunan Abraham, dan melalui bangsa Israel, Allah terus memberikan janji-janji tentang individu istimewa yang akan membawa berkat bagi semua bangsa di bumi. Melalui tahun-tahun penantian yang panjang, nubuat-nubuat tersebut menjadi semakin spesifik dengan fokus pada <a target="_blank" href="https://biokristi.sabda.org/sang_mesias_lahir">Mesias</a> yang akan datang sebagai nabi, imam, dan raja untuk menyelamatkan umat-Nya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sekitar tahun 700 SM, kita sampai pada nabi Yesaya yang mengatakan kepada Raja Yehuda dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yes+7:14">Yesaya 7:14</a>: "Karena itu, TUHAN sendiri akan memberimu satu tanda ini: Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, nama-Nya akan disebut: Imanuel." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yes+7:14">Yesaya 7:14, AYT)</a> Ini adalah nubuat yang paling jelas tentang keturunan yang dijanjikan akan datang dan membebaskan umat-Nya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Masih ada penantian selama berabad-abad yang harus dilalui, tetapi nubuat-nubuat ini dan nubuat-nubuat lain yang serupa terus memberikan pengharapan kepada bangsa itu. Masa-masa itu adalah masa yang panjang dan sulit bagi bangsa Israel, tetapi pengharapan mereka akan Mesias, Kristus yang akan datang, menolong mereka melewati masa-masa penantian itu.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dan hal yang sama juga berlaku bagi kita saat ini. Kita semua mengalami masa-masa penantian dalam hidup kita, dan kita membutuhkan pengharapan untuk menolong kita melewati penantian tersebut. Menunggu bukanlah sesuatu yang mudah, dan apa pun yang sedang Anda tunggu hari ini, saya ingin Anda tahu bahwa ada pengharapan di dalam Kristus. Apakah Anda sedang menantikan petunjuk Allah atau tawaran pekerjaan atau jawaban doa atau tanggapan dari seseorang yang Anda kasihi -- apa pun yang sedang Anda nantikan hari ini, ada pengharapan di dalam Kristus, dan lilin pengharapan mengingatkan kita bahwa pengharapan di dalam Kristus akan membawa Anda melewati penantian ini.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>II. Pengharapan di dalam Kristus menolong Anda terus maju (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Bil+24:17;Yes+60:3;Mat+2:1-2;28:19;2Ko+4:16-18">Bilangan 24:17; Yesaya 60:3; Matius 2:1-2, 28:19; 2 Korintus 4:16-18</a>)</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Pengharapan di dalam Kristus membuat Anda dapat melewati penantian, dan pengharapan di dalam Kristus menolong Anda untuk terus maju. Bagian penting dari kisah Natal berkaitan dengan orang-orang Majus yang melakukan perjalanan untuk melihat Yesus beberapa waktu setelah Dia dilahirkan. Orang Majus adalah penyihir pagan atau peramal yang mempelajari bintang-bintang dan menafsirkan mimpi. Kita menemukan contoh-contoh awal tentang orang Majus dalam kitab Keluaran bersama Musa di Mesir, dan kemudian dalam kitab Daniel. Kita tidak diberitahu berapa banyak orang Majus yang mengunjungi Yesus, tetapi tradisi-tradisi selanjutnya menyebutkan jumlah yang bervariasi; dua belas orang atau tiga orang.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:right;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Ketika Kristus datang kembali, Dia akan mengusir segala kejahatan, Dia akan memperbaiki segala sesuatu, Dia akan memulihkan bumi, kita akan melihat Kristus secara langsung, dan semua pengharapan kita akan digenapi.<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Kita membaca tentang orang-orang Majus dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+2">Matius 2</a>: "Sekarang, setelah Yesus lahir di Betlehem, di Yudea, pada zaman Raja Herodes, lihat, orang-orang Majus dari Timur datang ke Yerusalem. Mereka bertanya, "Di manakah Dia, Raja orang Yahudi yang dilahirkan itu? Sebab, kami telah melihat bintang-Nya di timur dan kami datang untuk menyembah-Nya." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+2:1-2">Matius 2:1-2, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Peran orang Majus dalam peristiwa ini penting karena beberapa alasan. Mereka adalah penggenapan nubuat Perjanjian Lama yang berbicara tentang bangsa-bangsa dan raja-raja yang akan datang ke Sion untuk menyembah Tuhan (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yes+60:3">Yesaya 60:3</a>). Kedatangan mereka kepada Kristus adalah sebuah pertanda bahwa Injil akan diberitakan kepada bangsa-bangsa lain dan bangsa-bangsa yang jauh (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+28:19">Matius 28:19</a>). Dan, hadiah yang mereka bawa untuk Kristus adalah hadiah yang layak bagi seorang raja, sesuai dengan kelahiran Yesus yang adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Namun, yang ingin saya fokuskan pada hari ini adalah jarak yang mereka tempuh untuk bertemu dengan Kristus. Matius mengatakan bahwa mereka datang dari timur, jadi kemungkinan besar mereka berasal dari Babel atau Persia. Karena itu, mereka harus menempuh jarak yang sangat jauh, mungkin bahkan ribuan kilometer, melalui medan yang sulit dan berbahaya untuk datang dan melihat Kristus. Apa yang mendorong mereka untuk melakukan perjalanan itu?</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sekali lagi, jawabannya kembali kepada pengharapan. Mereka bertanya kepada Herodes, "Di manakah Dia, Raja orang Yahudi yang dilahirkan itu? Sebab, kami telah melihat bintang-Nya di timur dan kami datang untuk menyembah-Nya." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+2:2">Matius 2:2, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Sekarang Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana mereka bisa menghubungkan bintang ini dengan kelahiran Mesias. Sebagai orang Majus, mereka pasti sangat tertarik dengan bintang dan nubuat, dan tentu saja mereka memiliki akses terhadap Kitab Suci Perjanjian Lama karena orang-orang Yahudi yang telah diasingkan di sana berabad-abad sebelumnya. Mungkin mereka berfokus pada nubuat dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Bil+24:17">Bilangan 24:17</a> yang berbunyi: "Sebuah bintang akan datang dari Yakub. Tongkat kerajaan akan bangkit dari orang Israel." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Bil+24:17">Bilangan 24:17, AYT)</a> Nubuat ini menghubungkan bintang dengan tongkat kerajaan atau raja Israel.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Namun, bagaimanapun juga, mereka tahu bahwa bintang itu memberi isyarat kepada mereka bahwa Mesias -- Kristus -- telah lahir, dan pengharapan di dalam Kristus inilah yang menolong mereka untuk pergi menyembah raja yang baru lahir di Israel.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Pengharapan di dalam Kristuslah yang menolong kita untuk terus melangkah maju dalam hidup. Kita semua mengalami cobaan dalam hidup, dan mudah sekali untuk berkecil hati. Pada saat itulah sangat penting untuk mengingat bahwa Allah menyertai Anda, bahwa Allah akan menolong Anda, bahwa Allah memiliki tujuan bagi Anda dalam pencobaan Anda, dan yang paling penting, bahwa kemuliaan kekal menanti Anda di surga.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Seperti yang Paulus tuliskan dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/2Ko+4">2 Korintus 4</a>: "Itulah sebabnya, kami tidak pernah berkecil hati .... Sebab, penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami sebuah kelimpahan kekal kemuliaan yang melebihi segala-galanya. Kami tidak memperhatikan hal-hal yang kelihatan, melainkan hal-hal yang tidak kelihatan. Sebab, hal-hal yang kelihatan adalah sementara sedangkan hal-hal yang tidak kelihatan adalah kekal." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/2Ko+4:16-18">2 Korintus 4:16-18, AYT)</a> Bagaimana Paulus terus maju ketika keadaan menjadi sulit? Dia memiliki pengharapan akan masa depan, dan pengharapan di dalam Kristus akan menolong Anda untuk terus maju.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>III. Pengharapan di dalam Kristus tidak mengecewakan (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+1:22-23;Luk+2:5-7,25-32,36-38;Rom+5:5;8:23-25;10:11">Matius 1:22-23; Lukas 2:5-7, 25-32, 36-38; Roma 5:5, 8:23-25, 10:11</a>)</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Dan. 3) Pengharapan di dalam Kristus tidak mengecewakan. Seperti yang dikatakan dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+5:5">Roma 5:5</a>: "Pengharapan tidak membuat kita malu, sebab kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita melalui <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/roh_kudus_dan_alkitab">Roh Kudus</a> yang telah dikaruniakan kepada kita." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+5:5">Roma 5:5, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Kisah Natal penuh dengan contoh-contoh cemerlang dari orang-orang yang menaruh pengharapan mereka kepada Kristus dan tidak dikecewakan. Kita telah melihat orang-orang Majus yang melakukan perjalanan jauh untuk melihat Kristus. Bayangkan jika mereka telah menempuh jarak sejauh itu dan Yesus tidak ada di sana. Hal itu tentu akan sangat mengecewakan! Namun, harapan mereka tidak mengecewakan. Mereka menemukan Kristus di Betlehem, seperti yang telah dinubuatkan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ada begitu banyak contoh lainnya juga. Ingatkah Anda dengan nubuat Yesaya tentang anak dara yang akan melahirkan seorang anak laki-laki? Nubuat itu digenapi ketika anak dara Maria melahirkan Kristus pada malam Natal yang pertama. Kita membaca dalam Injil Matius: "Semua hal ini terjadi untuk menggenapi yang difirmankan oleh Tuhan melalui nabi-Nya, "Lihatlah, seorang perawan akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki. Mereka akan menyebut nama-Nya Imanuel", yang artinya: "Allah beserta kita". (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+1:22-23">Matius 1:22-23, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Bagaimana dengan Maria? Maria diberitahu oleh malaikat bahwa dia akan melahirkan <a target="_blank" href="https://natal.sabda.org/category/kata_kunci/juru_selamat">Sang Juru Selamat</a>. Setiap kehamilan adalah masa penantian, penantian dan pengharapan, dan dalam hal ini kehamilan Maria juga tidak berbeda. Maka kita membaca dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2">Lukas 2</a>: "Yusuf meninggalkan Nazaret, kota di Galilea, dan menuju ke Yudea, ke kota Daud, yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari garis keturunan Daud, supaya ia didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya, yang sedang hamil. Ketika Yusuf dan Maria berada di Betlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan. Maria pun melahirkan Anak laki-lakinya yang pertama. Ia membungkus-Nya dengan kain lampin dan membaringkan-Nya di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2:5-7">Lukas 2:5-7, AYT)</a> Semua harapan Maria terhadap bayi itu -- yakni ketika bayi itu lahir dan dia menggendongnya, membungkusnya dengan lampin, serta membaringkan-Nya di dalam palungan -- dan semua pengharapan Maria kepada Kristus tidak dikecewakan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kemudian ada Simeon, seorang pria dari Yerusalem yang menantikan kedatangan Mesias. Kita membaca dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2">Lukas 2</a>: "Ada seorang laki-laki bernama Simeon yang tinggal di Yerusalem. Ia adalah orang yang benar dan saleh, yang menanti-nantikan penghiburan Allah atas Israel, dan Roh Kudus menyertainya. Roh Kudus memberitahunya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Kristus yang diurapi Tuhan. Lalu, Simeon datang ke Bait Allah atas tuntunan Roh Kudus, ketika Yusuf dan Maria membawa Bayi Yesus ke Bait Allah untuk melaksanakan kepada-Nya apa yang telah ditentukan oleh hukum Taurat. Kemudian, Simeon menggendong Bayi itu dan memuji Allah, katanya, "Sekarang, ya Tuhan, kiranya Engkau mengizinkan pelayan-Mu ini pergi dalam damai, sesuai dengan firman-Mu; sebab mataku telah melihat keselamatan-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan semua bangsa; yaitu cahaya yang akan menerangi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, dan yang menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2:25-32">Lukas 2:25-32, AYT)</a> Tuhan berkata kepada Simeon bahwa dia akan melihat Mesias sebelum dia meninggal. Dan pada saat yang tepat ketika Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Bait Allah, Roh Kudus menggerakkan Simeon untuk pergi ke Bait Allah juga. Simeon menaruh pengharapannya kepada Kristus, dan dia tidak kecewa.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Lalu, ada nabiah Hana. Kita juga membaca tentang dia dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2">Lukas 2</a>. "Ada juga seorang nabiah, yaitu Hana .... Ia sudah sangat tua. Ia hanya hidup dengan suaminya selama tujuh tahun setelah pernikahannya, dan kemudian menjadi janda sampai usia 84 tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, tetapi beribadah siang dan malam dengan berpuasa dan berdoa. Pada waktu itu, datanglah Hana dan ia mengucap syukur kepada Allah serta menceritakan tentang Yesus kepada semua orang yang menanti-nantikan penebusan Yerusalem." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2:36-38">Lukas 2:36-38, AYT)</a> Hana mungkin kehilangan suaminya ketika dia masih muda, dan dia hidup bertahun-tahun sebagai seorang janda, tetapi Hana menaruh seluruh harapannya kepada Allah, dan harapannya tidak dikecewakan. Dia juga melihat Kristus di Bait Allah.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dan ingatlah bahwa masa Adven bukan hanya tentang mereka yang menantikan kedatangan Kristus yang pertama, tetapi juga tentang kita yang menantikan kedatangan Kristus yang kedua. Ketika Kristus datang kembali, Dia akan mengusir segala kejahatan, Dia akan memperbaiki segala sesuatu, Dia akan memulihkan bumi, kita akan melihat Kristus secara langsung, dan semua pengharapan kita akan digenapi. Seperti yang kita baca dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+8:23-25">Roma 8:23-25</a>: "Bukan hanya itu, kita pun yang memiliki buah sulung Roh mengeluh dalam hati, sementara menantikan dengan penuh harap pengangkatan sebagai anak, yaitu penebusan tubuh kita. Sebab, dalam pengharapan kita diselamatkan. Akan tetapi, pengharapan yang dilihat bukan pengharapan, sebab siapakah yang berharap pada sesuatu yang sudah dilihatnya? Namun, jika kita berharap akan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+8:23-25">Roma 8:23-25, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika Anda menaruh pengharapan Anda di dalam Kristus, Anda tidak akan kecewa. Seperti yang dikatakan dalam <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+10:11">Roma 10:11</a>: "Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan mendapat malu." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+10:11">Roma 10:11, AYT)</a> Jika Anda menaruh kepercayaan pada hal-hal lain, mereka akan mengecewakan Anda -- entah Anda menaruh kepercayaan pada orang lain, atau pada harta benda, atau pada rencana-rencana masa depan yang telah Anda buat -- hal-hal lain itu akan mengecewakan Anda, tetapi tidak dengan Kristus. Yesus tidak akan pernah mengecewakan Anda. Pengharapan di dalam Kristus tidak akan mengecewakan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">KESIMPULAN: Masa Natal adalah suatu masa yang indah karena berbagai alasan, tetapi salah satu alasan yang paling penting adalah pengharapan yang dibawa Kristus kepada dunia yang terhilang. "Perkataan ini dapat dipercaya dan layak diterima sepenuhnya bahwa Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/1Ti+1:15">1 Timotius 1:15, AYT)</a> Hal ini berarti bahwa Dia datang untuk menyelamatkan Anda dan menyelamatkan saya. Yesus lahir ke dunia pada hari Natal sehingga Dia dapat bertumbuh menjadi manusia dan mati di kayu salib untuk dosa-dosa Anda dan dosa-dosa saya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Jadi, jika Anda berkecil hati hari ini -- jika Anda lelah menunggu, jika Anda merasa ingin menyerah, jika Anda telah menghadapi terlalu banyak kekecewaan dalam hidup -- izinkan saya untuk menunjukkan kepada Anda: Kristus dan pengharapan yang hanya ada di dalam Dia.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Pengharapan di dalam Kristus membawa Anda melewati penantian. Pengharapan di dalam Kristus menolong Anda untuk terus maju. Pengharapan di dalam Kristus tidak mengecewakan. Taruhlah pengharapan Anda di dalam Kristus hari ini dan setiap hari.</p> <p style="margin-bottom:1em;">(t/Jing-jing)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diambil dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Ray Fowler</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://www.rayfowler.org/sermons/five-candles-at-christmas/advent-candle-of-hope/">https://www.rayfowler.org/sermons/five-candles-at-christmas/advent-candle-of-hope/</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">FIVE CANDLES AT CHRISTMAS (An Advent Wreath Sermon Series)</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Ray Fowler</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Mon, 09 Dec 2024 03:39:16 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37063 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>"TUHAN mengutus ..."</title> <link>https://natal.sabda.org/tuhan_mengutus</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;">"Namun, hal yang dilakukan oleh Daud itu jahat di mata TUHAN." - <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/2Sa+11:27">2 Samuel 11:27b, AYT</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Ayat ini muncul setelah salah satu kisah paling terkenal dalam Alkitab. <a target="_blank" href="https://biokristi.sabda.org/daud_orang_yang_berkenan_di_hati_allah">Raja Daud</a> menyalahgunakan kekuasaan dan hak istimewanya dengan membawa seorang wanita yang sudah menikah, Batsyeba, ke dalam istananya dengan maksud untuk berzina. Kemudian, setelah mengetahui bahwa wanita itu hamil, dia mengatur pembunuhan suaminya untuk menutupi dosa-dosanya. Setelah Batsyeba berkabung atas kematian suaminya, dia dibawa ke rumah Daud untuk menjadi istri barunya. Semua ini adalah "hal" yang jahat di mata Tuhan; bahkan, hal itu adalah kejahatan yang sangat nyata (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mzm+51:4">Mazmur 51:4</a>). Dan, berdasarkan ketidaksukaan Allah yang tentu dibenarkan, vonis dari takhta penghakiman-Nya terhadap kejahatan ini mungkin akan terdengar seperti, "TUHAN mengirimkan kehancuran kepada Daud." Namun demikian, ada hal yang tidak terduga yang terjadi kemudian ...</p> <p style="margin-bottom:1em;">"TUHAN mengutus Natan kepada Daud." — <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/2Sa+12:1">2 Samuel 12:1a (AYT)</a></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_tuhan_kirim.JPG" alt="Gambar:gambar " style="float: right;height: auto;padding-right: 15px;width: 400px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Kecuali kita merenungkannya lebih dalam, kita akan mudah mengabaikan anugerah yang sangat besar, yang terkandung dalam kalimat ini. Allah mengutus seorang pembela, nabi Natan, untuk mengungkapkan sesuatu dalam hati Daud yang tidak dapat dilihatnya sendiri; dia tidak lagi mengejar Tuhan, tetapi mengejar berhala. Natan menggunakan cerita yang cerdas untuk menjadi cermin yang memantulkan dosa dalam hati Daud dengan cara yang tidak dapat dilihat oleh Daud sebelumnya. Akan tetapi, tujuan Allah melalui kedatangan nabi Natan adalah untuk memulihkan, dan dalam enam kata dalam bahasa Ibrani, isi hati Bapa Surgawi dinyatakan. Kedatangan nabi Natan benar-benar menyingkapkan kasih Allah dan membawa Daud kepada pertobatan. Tidak diragukan lagi, Tuhan tidak senang terhadap kejahatan Daud; dia melakukan penyalahgunaan kekuasaan, perzinaan, kebohongan, dan pembunuhan, tetapi tetap saja gerakan-Nya kepada Daud dan penyingkapan isi hati-Nya tidak bersifat menghukum ..., melainkan penebusan. Seperti yang sering dikatakan oleh Konselor Alkitab, Jim Pocta, "Kasih Allah itu menyingkapkan dan merangkul." Komitmen Allah kepada Daud tidak bergantung pada komitmen Daud kepada-Nya. Daud adalah milik Tuhan sendiri; Tuhan Yang Maha Kuasa menyertainya (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/2Sa+5:9">2 Sam. 5:9</a>), dia dipilih oleh Allah (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/1Sa+16:1">1 Sam. 16:1</a>), dan seseorang yang berkenan di hati Allah (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kis+13:22">Kis. 13:22</a>). Ironisnya, meskipun Daud pernah menjadi seorang gembala, dia telah mengalihkan pandangannya dari kasih karunia Allah, tetapi Gembala yang Baik itu membawanya kembali ke dalam kawanan domba-Nya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Oleh karena itu, kata-kata ini mengungkapkan kebenaran yang mendalam yang relevan bagi kita saat ini.</p> <p style="margin-bottom:1em;">"Pada saat-saat terburuk kita, Allah memberikan yang terbaik bagi kita." — Mike Wilkerson; Redemption, hal. 67</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sebagai putra &amp; putri yang diadopsi oleh Allah, terkadang kita juga membuat Bapa kita tidak senang. Akan tetapi, hal itu tidak pernah membatalkan kepemilikan-Nya atas diri kita. Seperti Tuhan mengutus Natan kepada Daud, demikian juga Tuhan mengutus Kristus kepada kita. "... Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juru Selamat dunia." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/1Yo+4:14">1 Yohanes 4:14</a>) Sungguh, kebaikan Allahlah yang menuntun kita kepada pertobatan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">"Inilah yang menjadi tujuan dari karya kasih karunia –- pengenalan yang lebih dalam lagi akan Allah, dan persekutuan yang lebih erat lagi dengan-Nya. Oleh kasih karunia itulah Allah menarik kita yang berdosa untuk semakin dekat kepada-Nya." – J.I. Packer</p> <p style="margin-bottom:1em;">Jika Anda merasa jauh dari Tuhan karena dosa-dosa Anda, jika rasa malu menjadi tema cerita Anda, Burke Care ingin berjalan bersama Anda.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:left;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:Blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Terima kasih telah menempatkan Roh Kudus di dalam diri saya saat saya menantikan kedatangan Yesus kembali.<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Bapa, Engkau telah mengutus penolong-Mu, Roh Kudus-Mu untuk menuntun dan mengarahkan saya. Dia adalah kuasa dalam hidup saya untuk mengubah hati saya. Terima kasih telah menempatkan <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/roh_kudus_dan_alkitab">Roh Kudus</a> di dalam diri saya saat saya menantikan kedatangan Yesus kembali. Engkau, Bapa, adalah satu-satunya yang telah berjanji untuk datang dan mengeluarkan saya dari pembuangan. Tunjukkanlah diri-Mu yang setia kepada janji-janji-Mu. Saya berpegang teguh pada kebenaran dan kebaikan-Mu. Amin!</p> <p style="margin-bottom:1em;">Pertanyaan-pertanyaan aplikasi:</p> <ol style="list-style-type:decimal;"> <li>Bagaimana Allah telah menunjukkan kesabaran dan belas kasihan-Nya kepada Anda pada masa lalu dengan tidak menghukum Anda atas 100% kesalahan Anda?</li> <li>Apakah ada rasa ketidakadilan yang muncul di dalam hati Anda ketika Anda menganggap segala sesuatu tidak adil?</li> <li>Bagaimana Anda ingin Allah memperlakukan Anda ketika Anda dengan sengaja melanggar salah satu perintah atau ketetapan-Nya?</li> </ol> <p style="margin-bottom:1em;">(t/Jing-jing)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diambil dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Challies</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://www.challies.com/articles/the-lord-sent/">https://www.challies.com/articles/the-lord-sent/</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">-The Lord sent…-</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Tim Challies</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Wed, 20 Nov 2024 06:26:50 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37060 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>Tindakan Nyata dari Natal</title> <link>https://natal.sabda.org/tindakan_nyata_dari_natal</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;"><b>Unsur yang Hilang dalam Penginjilan</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Saya telah merenungkan sebuah ayat dalam Alkitab yang membuat saya berpikir ulang tentang bagaimana saya biasanya berusaha membagikan Injil kepada orang lain pada saat Natal.</p> <p style="font-size:90%;margin-bottom:1em;padding-left:1.5em;">Sebab, ketika kita masih lemah, pada saat yang tepat, Kristus mati untuk orang-orang durhaka. Sebab, jarang ada orang yang mau mati untuk orang benar, meskipun mungkin untuk orang yang baik ada orang yang mau mati. Namun, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, ketika kita masih pendosa, Kristus mati bagi kita. (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Rom+5:6-8">Roma 5:6-8, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Ini adalah kalimat yang melekat di benak saya: "Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita." Dan kata yang secara khusus mencengkeram saya dalam ayat itu adalah "menunjukkan". Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika berbicara tentang <a target="_blank" href="https://c3i.sabda.org/menerima_dan_memberikan_kasih_allah">kasih</a>, ini adalah masalah menunjukkan dan menceritakan (dan sering kali dalam urutan seperti itu). Kita mengetahui kasih ketika kita melihatnya dan mendengarnya. Kata-kata adalah dimensi penting dalam cara kita menunjukkan kasih kita, tetapi tindakan kitalah yang membuktikan kebenaran kata-kata kita. Kasih, seperti halnya hikmat, "dibenarkan oleh perbuatannya" (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Mat+11:19">Matius 11:19</a>). Kasih, seperti iman, "jika tidak disertai perbuatan-perbuatan, pada dasarnya iman itu mati" (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yak+2:17">Yakobus 2:17</a>).</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dan itulah yang membuat saya memikirkan kembali pendekatan saya terhadap penginjilan Natal. Saya bertanya-tanya, apakah cara saya mengasihi orang lain selama ini adalah dengan terlalu banyak bicara, tetapi kurang menunjukkan perbuatan kasih itu sendiri.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Dengan Inilah Kita Mengenal Kasih</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Anda mungkin mengenali gema dari ayat lain dalam perkataan saya di atas:</p> <p style="font-size:90%;margin-bottom:1em;padding-left:1.5em;">Beginilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Yesus Kristus telah menyerahkan hidup-Nya untuk kita. Jadi, kita juga harus menyerahkan hidup kita untuk saudara-saudara kita. Namun, apabila orang memiliki harta duniawi, dan melihat saudaranya sedang membutuhkan, tetapi menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah ada di dalam hatinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan kata-kata atau lidah, melainkan dengan perbuatan dan kebenaran. (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/1Yo+3:16-18">1 Yohanes 3:16-18, AYT)</a></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_tindakan_nyata.JPG" alt="Gambar:gambar " style="float: right;height: auto;padding-right: 15px;width: 400px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Penekanan itu muncul lagi. Kita mengetahui kasih Allah kepada kita melalui cara Yesus dengan murah hati menunjukkan kasih-Nya kepada kita. Dan, cara Yesus menunjukkan kasih-Nya kepada kita memberikan contoh yang mendalam tentang bagaimana kita sebagai orang Kristen harus menunjukkan kasih kita kepada satu sama lain.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita tahu dari teladan Yesus yang holistik, bahwa kita tidak hanya harus menunjukkan kasih kepada orang Kristen lainnya. Karena kita harus "berbuat baik kepada semua orang, khususnya kepada keluarga dalam iman" (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Gal+6:10">Galatia 6:10, AYT)</a>. Dan, Yesus mengatakan bahwa perbuatan kasih kita kepada orang Kristen lainnya juga akan diberitakan kepada orang-orang yang tidak percaya: "Dengan begitu, semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jika kamu saling mengasihi" -- kasih yang dapat mereka lihat (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yoh+13:35">Yohanes 13:35</a>).</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Dihantui oleh Natal Masa Lampau</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Sekarang, alasan saya merenungkan semua ini dalam konteks Natal adalah karena ini adalah momen tahunan ketika perhatian kolektif budaya kita tertuju pada Yesus. Di Barat yang semakin pasca-Kristen, orang-orang memiliki anggapan umum bahwa inti dari <a target="_blank" href="https://misi.sabda.org/makna-natal">Natal</a> adalah kasih. Mereka memiliki gagasan ini karena ini adalah gema dari kisah kuno yang masih bergema di seluruh peradaban Barat:</p> <p style="font-size:90%;margin-bottom:1em;padding-left:1.5em;">Ketika hari penggenapan tiba, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan lahir di bawah hukum Taurat, untuk menebus mereka yang ada di bawah hukum Taurat supaya kita dapat menerima pengangkatan sebagai anak-anak-Nya. (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Gal+4:4-5">Galatia 4:4-5, AYT)</a></p> <p style="margin-bottom:1em;">Meskipun banyak yang salah mengerti, mengabaikan, atau menolak gema ini, tetapi sering kali masih ada orang yang merasakan bahwa Natal adalah tentang kasih yang menebus.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita dapat mendengar alunan gema tersebut dalam banyak cerita bertema Natal favorit dalam budaya kita, mulai dari <i>A Christmas Carol</i> hingga <i>How the Grinch Stole Christmas</i>, di mana jiwa-jiwa yang sangat egois mengalami semacam penebusan setelah perjumpaan dengan kasih yang transenden -— sering kali, seperti Scrooge, kasih yang penuh belas kasihan. Kepada mereka, kasih diperlihatkan. Dan sebagai hasil dari perjumpaan itu, mereka berubah menjadi jiwa-jiwa penuh kasih dan menemukan <a target="_blank" href="https://wanita.sabda.org/sukacita_dalam_realitas_natal">sukacita</a> yang jauh lebih besar daripada yang pernah mereka ketahui, dalam menganggap orang lain lebih penting daripada diri mereka sendiri. Kisah-kisah ini dihantui oleh hantu Natal masa lampau, ketika "Allah sangat mengasihi dunia ini, Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal" (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Yoh+3:16">Yohanes 3:16</a>).</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Menunjukkan Kasih</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Dengan menggabungkan semua ini, saya tersadar bahwa Natal adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kasih Kristus kepada mereka yang berada di luar keluarga iman.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:left;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:Blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Kata-kata adalah dimensi penting dalam cara kita menunjukkan kasih kita, tetapi tindakan kitalah yang membuktikan kebenaran kata-kata kita.<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Jadi, apa sebenarnya maksud dari hal itu? Nah, pada saat saya menulis ini, yaitu setelah Halloween, saya tidak tahu persis. Karena daripada merencanakan sebuah program, saya lebih memilih untuk tetap membuka mata dan mengikuti apa yang Tuhan tunjukkan, mengikuti apa yang dibutuhkan. Kasih Kristen, seperti yang dikatakan oleh John Piper, "adalah luapan sukacita di dalam Allah yang dengan senang hati memenuhi kebutuhan orang lain" (Desiring God, hlm. 119). Sering kali, kita tidak dapat meramalkan apa yang akan dibutuhkan orang lain, tetapi kita dapat merencanakan untuk menyediakan waktu dan uang sehingga jika ada kebutuhan, ada saluran praktis yang dapat digunakan untuk menyalurkan kasih kita untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dan pengalaman telah mengajarkan saya bahwa, jika saya memperhatikan, jarang sekali ada kebutuhan yang tidak terpenuhi.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Selama bertahun-tahun, saya telah berpartisipasi, mengkoordinasikan, dan memimpin banyak sekali acara Natal -- kebaktian, musikalisasi, pesta, pertemuan lingkungan dan keluarga -- yang sengaja dirancang untuk menyampaikan pesan Injil kepada orang-orang yang tidak percaya. Dan saya tidak menyesal telah menceritakan kepada mereka tentang kasih Allah di dalam Kristus. Itu adalah cara untuk menunjukkan kepada mereka kasih Allah. Akan tetapi, saya merasa menyesal karena saya tidak memberikan lebih banyak waktu dan energi untuk menunjukkan kepada lebih banyak orang tentang kasih Allah di dalam Kristus melalui perbuatan yang nyata dan secara pribadi. Karena itu, saya berusaha untuk mengubahnya -- untuk menunjukkan kebenaran kata-kata saya dengan tindakan kasih yang dilakukan dengan secara sengaja, dan sungguh-sungguh mencari cara untuk menunjukkan kasih "dalam perbuatan dan kebenaran" tahun ini.</p> <p style="margin-bottom:1em;">(t/Jing-jing)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diambil dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Desiring God</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://www.desiringgod.org/articles/tangible-acts-of-christmas">https://www.desiringgod.org/articles/tangible-acts-of-christmas</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Tangible Acts of Christmas - A Missing Ingredient in Evangelism</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Jon Bloom</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Wed, 20 Nov 2024 06:21:30 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37059 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>Natal Mengingatkan Kita akan Kerinduan Terdalam Kita</title> <link>https://natal.sabda.org/natal_mengingatkan_kita_akan_kerinduan_terdalam_kita</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;">Di sekeliling kita, kita melihat pajangan dan mendengar suara-suara musim ini: pohon Natal dan lampu-lampu yang terang, lagu-lagu tentang <a target="_blank" href="https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/11/05">sukacita</a> dan tentang Yesus Sang Anak. Tentu saja, Natal hari ini dapat mewakili banyak hal, termasuk keluarga, makanan, dan sepak bola. Bersamaan dengan mengepulnya secangkir cokelat panas, kita melihat kemurahan hati yang berlimpah dan keluarga-keluarga menyambut waktu bersama.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dalam semua itu, musim Natal mengingatkan kita akan pengharapan: waktu untuk merayakan pemenuhan kerinduan yang kita miliki bersama.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kita semua rindu untuk diperhatikan, dimengerti, dan dikenal. Kita ingin seseorang menatap mata kita—tetapi lebih dari itu, menatap hati kita—untuk melihat siapa diri kita dan tetap mengasihi kita. Kita semua memiliki latar belakang. Latar belakang ini membangkitkan kerinduan yang mengatakan, -Seandainya saja kamu tahu ini tentang saya.- Kita merindukan seseorang yang memahami keseluruhan cerita ini.</p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_mengingatkan_kerinduan.jpg" alt="Gambar: bersyukur" style="float: left;height: auto;padding-right: 15px;width: 400px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Kisah Natal mengajarkan kita bahwa Allah memahami kisah kita masing-masing. Selama musim ini, kita merayakan kedatangan <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/juru_selamat_yesus_kristus">Juru selamat</a> dan Raja kita. Kisah Alkitab mengungkapkan kebutuhan akan Juru Selamat dan janji kedatangan-Nya. Para nabi telah menubuatkan kelahiran-Nya selama berabad-abad. Setelah bertahun-tahun menanti, Yesus Kristus sang <a target="_blank" href="https://mesias.sabda.org/">Mesias</a> —Imanuel —datang ke dunia. Allah menjadi manusia, <a target="_blank" href="https://reformed.sabda.org/inkarnasi_yesus">berinkarnasi</a>, bagi kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dalam kedatangan Kristus, kita mulai belajar betapa dalam Allah mengenal kita dan mengasihi kita. Kebaikan dan kepedihan dalam latar belakang kita dapat menarik kita ke dalam kisah utama tentang Yesus dan penebusan yang Ia bawa. Kedatangan Yesus mengakui keinginan kita yang paling dalam, membebaskan hidup kita dari keterpisahan dari Dia yang menciptakan kita. Allah menyertai kita.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Apa yang Anda nantikan pada Natal ini? Apa yang Anda inginkan? Apakah Anda mencari Kristus yang mengasihi tanpa syarat? Seseorang yang menerima orang asing dan menyambut para pengembara?</p> <p style="margin-bottom:1em;">Bayi yang dibungkus di palungan dua ribu tahun yang lalu mewujudkan pengharapan. Tetapi kita harus melihat untuk memahaminya. Lihatlah keadaan saat kedatangan-Nya—kandang yang kotor dan para gembala yang hina dengan domba-domba mereka. Dalam kelahiran-Nya, kita melihat Allah yang membalikkan pengharapan manusia. Dia datang dalam kerendahan hati, melalui cara yang tidak terduga namun indah, untuk menarik orang yang paling rendah dan paling tidak layak di antara kita kepada diri-Nya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Mari kita lihat tiga cara peristiwa-peristiwa di sekitar <a target="_blank" href="https://misi.sabda.org/kapan-yesus-lahir">kelahiran Yesus</a> menunjukkan karakter dan pribadi Allah.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Allah Melihat Hati</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Jika kita jujur, kita mungkin tidak akan memilih seorang gadis yang miskin, muda, dan tidak berpengalaman untuk menjadi ibu kita sendiri. Namun, Allah memilih ibu yang demikian untuk Yesus. Mungkin pada masa remajanya, <a target="_blank" href="https://biokristi.sabda.org/maria_ibu_yesus/">Maria</a> tinggal di sebuah rumah sederhana yang penuh dengan orang-orang, orang tua, saudara-saudara, dan lainnya. Gaya hidupnya sangat berbeda dengan gadis-gadis seusianya saat ini. Bayangkan Maria menghabiskan hari-harinya bekerja berjam-jam dengan oven yang panas, pakaian yang kotor, dan perlengkapan memasak.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Semua ini menimbulkan pertanyaan: Mengapa Maria? Dari semua anak perempuan di dunia—dan Allah kita yang Maha Tahu mengetahui setiap orang—mengapa harus memilih yang satu ini?</p> <p style="margin-bottom:1em;">Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita cukup melihat <a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+1">Lukas 1</a>. Perhatikan respons Maria ketika malaikat Gabriel menyampaikan kabar baik tentang rencana Allah, bahwa ia akan mengandung. Awalnya ia bingung, lalu bertanya, -Bagaimana hal ini akan terjadi sedangkan aku belum bersuami?- (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+1:34">Lukas 1:34, AYT)</a>. Setelah Gabriel menjelaskan bahwa hal ini adalah karya Allah yang tidak ada yang mustahil bagi-Nya, Maria setuju, -Sesungguhnya, aku ini adalah hamba Tuhan. Terjadilah padaku seperti yang engkau katakan itu- (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+1:38">Lukas 1:38, AYT)</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Perjumpaan ini menunjukkan kepada kita karakter Allah kita. Allah tidak melihat status sosial, pengaruh besar, atau tebalnya dompet seseorang. Allah melihat hati seseorang. Allah tidak melihat Maria dan memilihnya karena resume-nya. Allah melihat kerendahan hatinya. Dia hanya melihat penyerahan diri. Dia menyerahkan hidupnya dan percaya kepada Allah. Dengan penyerahan hidupnya, Maria masuk ke dalam kisah yang paling agung.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Inilah Juru Selamat yang kita rindukan — seseorang yang mengundang orang-orang yang tidak sempurna dan tidak mengesankan untuk bergabung dalam karya-Nya di dunia ini.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Allah Tertarik kepada yang Rendah Hati</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Keadaan kedatangan Kristus menumbangkan ekspektasi umum kita akan seorang raja. Dia datang sebagai bayi yang tak berdaya. Dia tinggal di palungan, di antara lembu dan domba, bukan di ruang istana yang penuh dengan pilar. Hidup di bawah kekuasaan Romawi yang brutal, seorang gadis yang terabaikan dan seorang tukang kayu kelas pekerja akan mengasuh Anak Allah.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:right;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Kita ingin seseorang menatap mata kita—tetapi lebih dari itu, menatap hati kita—untuk melihat siapa diri kita dan tetap mengasihi kita.<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Inilah Allah yang sesungguhnya. Allah adalah Allah yang mengidentifikasikan diri-Nya dengan orang-orang yang rendah hati. Dalam dunia yang sibuk dengan status, Kristus datang untuk menunjukkan kepada kita sebuah jalan yang baru. Yesus memilih orang-orang yang tidak mungkin untuk menjadi murid-murid-Nya. Dia menyerahkan misi-Nya kepada para pekerja, pemungut cukai, dan orang-orang yang tidak cocok. Alih-alih menghabiskan waktu dalam lingkaran elitis, Dia hidup di tengah-tengah orang-orang yang rendah, mengelilingi diri-Nya dengan anak-anak, orang sakit, dan orang-orang yang terbuang secara sosial.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dalam semua ini, kita melihat bahwa Kristus datang bukan untuk memanggil orang-orang yang populer, terkenal, atau kaya raya kepada keselamatan. Dia datang untuk memanggil semua orang yang mau menerima tawaran-Nya berupa anugerah pengampunan yang cuma-cuma.</p> <p style="margin-bottom:1em;"><b>Kasih Allah adalah untuk Umat Manusia</b></p> <p style="margin-bottom:1em;">Pikirkanlah tentang patung-patung kecil yang menggambarkan peristiwa kelahiran Yesus. Maria dan Yusuf di tempatnya? Ya. Orang-orang Majus dan hadiah-hadiah mereka? Ya. Para gembala dan domba-domba semuanya hadir dan diperhitungkan? Ya. Bayangkan adegan kelahiran Yesus itu sebagai sebuah realitas yang hidup. Bayangkan betapa kacaunya kejadian itu.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Mulailah dari bagian tengah: pasangan petani dari kota yang jauh—salah satunya adalah seorang gadis muda yang menggendong bayi yang baru lahir, menggeliat dan menjerit. Di samping mereka ada para gembala bermata lebar dan hewan-hewan ternak. Tak lama kemudian, orang-orang majus tiba di tempat itu dari Timur, membawa lebih banyak harta daripada yang pernah dilihat oleh pasangan yang keheranan itu.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Peristiwa-peristiwa di sekitar kelahiran Yesus menunjukkan karakter dan pribadi Allah: Dia mengasihi semua orang, dan kasih-Nya adalah untuk semua orang. Adegan ini menunjukkan bahwa Allah mengundang semua orang untuk melihatnya. Tidak ada yang tidak layak hadir—tidak ada yang tidak layak menerima sambutan Kristus. Kasih yang tidak pantas dan tidak layak bagi semua kelompok masyarakat menjawab kerinduan mendalam lainnya di dalam hati kita. Kita semua ingin tahu bahwa kita diterima. Kita semua ingin merasakan bahwa seseorang menginginkan kita. Tangan bayi kecil ini mengundang orang-orang dari segala bahasa, suku, dan bangsa, karena suatu hari nanti tangan itu akan terulur di atas kayu salib.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Saat kita merayakan Natal bersama teman dan keluarga kita, mari kita ingat bagaimana kisah Natal menunjukkan kepada kita siapa Allah itu. Marilah kita menyembah Tuhan dengan hati yang tulus, menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah. Marilah kita berjalan dalam kerendahan hati, penuh dengan kekaguman akan anugerah Allah yang tidak layak kita terima. Marilah kita mengasihi orang-orang yang kita temui, mencerminkan karakter dan kasih-Nya. Marilah kita tunjukkan kepada orang-orang bahwa pengharapan telah datang dan Allah dapat memenuhi kerinduan mereka. (t/Yosefin)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diambil dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Outreach Magazine</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://outreachmagazine.com/features/78417-christmas-reminds-us-of-our-deepest-longings.html">https://outreachmagazine.com/features/78417-christmas-reminds-us-of-our-deepest-longings.html</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Christmas Reminds Us of Our Deepest Longings</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Ed Stetzer</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Tue, 19 Nov 2024 06:38:14 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37058 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>Natal Pahit dan Natal Manis</title> <link>https://natal.sabda.org/natal_pahit_dan_natal_manis</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;">Di dunia ini tidak banyak perayaan yang -- murni-, tidak banyak kesempatan di mana kita hanya berpesta, hanya bersukacita, hanya bergembira. Terutama seiring berjalannya hidup kita, terutama seiring berlalunya tahun dan dekade, kita mengumpulkan lebih banyak hal untuk diratapi, lebih banyak hal untuk disesali, lebih banyak hal untuk ditangisi. Pada akhirnya, setiap kegembiraan diredam oleh setidaknya beberapa ukuran kepedihan, setiap kesenangan baru akan menjadi sentimentil karena kenangan akan rasa sakit. Hanya sedikit orang yang merayakan ulang tahun ke-40 dengan meninggalkan ulang tahun mereka yang ke-10, ulang tahun mereka yang ke-50 dengan sukacita yang murni seperti saat ulang tahun mereka yang pertama. Meskipun hidup membawa banyak kesenangan, namun juga membawa banyak rasa sakit.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Menjelang hari libur, banyak yang merasakan kesedihan yang datang bersamaan dengan kegembiraan. Badai yang sama yang membawa hujan yang sangat dibutuhkan di ladang juga mengancam untuk membuyarkan piknik dan parade. Dan begitulah, ketika musim Natal tiba, banyak yang merasakan kesibukan yang muncul saat memberikan hadiah dan menikmati pesta serta menandai perayaan, tetapi pada saat yang sama rasa sakit yang muncul saat mereka menggantungkan lebih sedikit kaus kaki dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, saat mereka menyiapkan lebih sedikit tempat di sekeliling meja, saat mereka melihat wajah yang tidak ada dalam foto keluarga. Meskipun mereka benar-benar merayakannya, ada rasa pahit yang bercampur dengan rasa manis, bayangan gelap yang meredupkan cahaya mereka.</p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_pahit_manis.JPG" alt="Gambar: bersyukur" style="float: left;height: auto;padding-right: 15px;width: 400px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Mereka mungkin menemukan diri mereka berharap agar Allah mengambil rasa sakit mereka, bahwa setidaknya pada hari-hari perayaan besar mereka dapat mengalami <a target="_blank" href="https://wanita.sabda.org/sukacita_dalam_realitas_natal">sukacita</a> yang benar-benar murni, tidak tersentuh oleh kehadiran kesedihan. Hanya untuk sehari saja, tidak bisakah mereka menikmati kesenangan tanpa rasa sakit, senyum tanpa air mata, kenangan baru tanpa gangguan kenangan lama?</p> <p style="margin-bottom:1em;">Tetapi untuk menghilangkan kesedihan mereka, Allah harus mengambil cinta mereka, karena cinta dan kesedihan seperti bunga bakung pada awal musim semi di mana dua bunga mekar dari satu tangkai. Tidak ada kesedihan yang tidak disertai dengan cinta dan tidak ada cinta yang datang tanpa risiko kesedihan. Mereka menangis karena mereka telah mencintai dan karena mereka masih mencintai. Ketiadaan membuat hati menjadi lebih hangat, bukan lebih dingin, dan meskipun waktu dapat meredam luka, ia tidak memiliki kekuatan untuk menyembuhkannya.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Mereka tidak dapat memohon agar Allah mengambil cinta mereka, karena cinta itu terlalu berharga dan orang yang mereka cintai terlalu disayangi. Mereka tidak dapat memohon agar Allah membuat mereka lupa, karena tidak ada orang yang melupakan mereka yang telah memberi mereka sukacita, yang mengasihi mereka dengan kasih sayang yang begitu besar. Mereka tidak dapat memohon agar semuanya kembali seperti semula, karena jalan kehidupan hanya mengarah ke satu arah sehingga jalan itu selalu maju dan tidak pernah mundur.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:right;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> karena cinta dan kesedihan seperti bunga bakung pada awal musim semi di mana dua bunga mekar dari satu tangkai<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Tetapi mereka dapat memohon agar Allah memberi mereka iman untuk percaya, iman untuk yakin, iman untuk bertahan — iman untuk percaya bahwa <a target="_blank" href="https://www.telaga.org/audio/sikap_kita_terhadap_pencobaan">pencobaan</a> yang berat ini suatu hari nanti akan menjadi penderitaan yang ringan dan sesaat, iman untuk percaya pada firman Allah yang mengatakan bahwa Ia akan menghapus setiap air mata dari mata mereka, iman untuk bertahan dengan keyakinan bahwa ketabahan akan memberikan dampak yang penuh di dalam diri mereka, membuat mereka sempurna dan lengkap, sehingga mereka tidak kekurangan apa pun.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika mereka terbangun pada pagi hari Natal, mata mereka berkaca-kaca karena air mata kesedihan dan sukacita, hati mereka merindukan apa yang dulu dan apa yang sekarang, mungkin mereka — mungkin juga kita — dapat berhenti sejenak untuk merenungkan bahwa meskipun Allah telah memanggil kita untuk menanggung kesedihan yang perih ini, kesedihan ini tumbuh dari batang yang sama dengan yang menghasilkan kasih yang begitu manis. Mungkin kita dapat berhenti sejenak untuk bersyukur kepada Allah bahwa tingkat kesedihan kita hanya membuktikan besarnya kasih kita. Dan mungkin kita dapat berhenti sejenak untuk memuji Allah atas karunia kasih-Nya, karena pada saat-saat seperti ini kita harus mengakui bahwa sesungguhnya lebih baik mencintai dan kehilangan daripada tidak pernah mencintai sama sekali. (t/Yosefin)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diambil dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Challies</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://www.challies.com/articles/christmas-bitter-and-christmas-sweet/">https://www.challies.com/articles/christmas-bitter-and-christmas-sweet/</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Christmas Bitter and Christmas Sweet</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Tim Challies</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Tue, 19 Nov 2024 06:34:01 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37057 at https://natal.sabda.org</guid> </item> <item> <title>C. Kavin Rowe: Mengapa Natal membutuhkan Paskah</title> <link>https://natal.sabda.org/c_kavin_rowe_mengapa_natal_membutuhkan_paskah</link> <description><div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><p style="margin-bottom:1em;">Kabar gembira dari Gabriel, para malaikat, nabi Simeon dan yang lainnya membawa <a target="_blank" href="https://wanita.sabda.org/sukacita_dalam_realitas_natal">sukacita</a> karena kematian Yesus bukanlah akhir dari hidup mereka, tulis seorang ahli Perjanjian Baru.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Mungkin tampak aneh untuk menyarankan bahwa bagian dari memimpin dengan baik adalah membantu orang melihat hubungan antara Natal dan Paskah. Tetapi memang benar. Karena tanpa hubungan ini, orang-orang Kristen tidak memiliki alasan untuk bersukacita. Komersialisasi Natal kita mencoba untuk mengisolasi Natal, untuk membuatnya berdiri sendiri terpisah dari Paskah. Ini adalah resep yang hanya menghasilkan kesedihan.</p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom: 1em;"> <img src="http://static.sabda.org/natal/Natal_2024_mengapa_paskah.JPG" alt="Gambar: bersyukur" style="float: right;height: auto;padding-right: 15px;width: 250px;" /></p> <!--GAMBAR--><p style="margin-bottom:1em;">Tentu saja, berbicara secara praktis, sulit untuk memimpin ketika sedang murung, dan mungkin lebih sulit lagi untuk mengikuti pemimpin yang murung. Namun, secara lebih mendalam, sukacita adalah respons terakhir yang dapat dimiliki oleh orang Kristen terhadap dunia tempat kita hidup, dan terutama selama masa Adven dan Natal, para pemimpin perlu memahami mengapa kita dapat bersukacita dan mengapa institusi kita dapat menjadi tempat sukacita. Salah satu hal yang mencolok dari Natal pertama adalah pengumuman kabar gembira. Dari semua Kitab Injil, Injil Lukas adalah yang paling jelas. Malaikat Gabriel berkata kepada <a target="_blank" href="https://biokristi.sabda.org/maria_ibu_yesus/">Maria</a>: "Dengarlah, engkau akan mengandung dan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan engkau akan menamai-Nya Yesus. Dia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan memberi-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya. Dia akan memerintah atas keturunan Yakub untuk selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+1:31-33">Lukas 1:31-33, AYT)</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kemudian, seorang malaikat — yang segera diikuti oleh "sejumlah besar bala tentara surgawi" —menambah-nambahkan seruan di atas seruan yang lain dan berkata kepada para gembala, "Aku memberitakan kepadamu kabar baik tentang sukacita besar yang diperuntukkan bagi semua bangsa. Pada hari ini, telah lahir bagimu seorang <a target="_blank" href="https://natal.sabda.org/category/kata_kunci/juru_selamat">Juru Selamat</a>, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2:10-11">Lukas 2:10-11, AYT)</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dan Simeon, seorang nabi tua yang menantikan penghiburan bagi Israel, berseru kepada Allah ketika ia melihat bayi Yesus, "Sebab mataku telah melihat keselamatan-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan semua bangsa; yaitu cahaya yang akan menerangi bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, dan yang menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2:30-32">Lukas 2:30-32, AYT)</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Namun, ketika kita membaca Kitab Injil, sukacita tidak muncul di setiap halaman.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Memang, ketika Yesus memulai pelayanan-Nya, Dia tidak disambut oleh kerumunan orang yang bersukacita, tetapi oleh Iblis, yang mencobai-Nya ketika Dia lapar dan terasing. Segera setelah Dia mengalahkan iblis, terlebih lagi, kerumunan orang di kampung halaman Yesus pada awalnya memuji-Nya, tetapi kemudian dengan cepat berbalik memusuhi-Nya dan berusaha melemparkan-Nya dari tebing.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Ketika seseorang mengikuti kisah ini, setan-setan mengganggu Yesus, para cendekiawan menantang-Nya, para pembesar dan penguasa berencana untuk melawan-Nya, dan para murid-Nya sendiri terbukti keras kepala berulang kali. Dan pada akhirnya, Dia dieksekusi sebagai penjahat ? menggantikan Barabas si pembunuh dan bersama dengan dua orang ?penjahat? terkenal lainnya, seperti yang dikatakan oleh Lukas.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Sukacita yang dijanjikan berakhir. Para murid lupa akan nubuat Yesus yang mengatakan bahwa Ia akan dibangkitkan pada hari ketiga, dan para wanita di kubur benar-benar sedih dalam kedukaan mereka. Hmmm. Kisah kabar gembira macam apa ini? Tentu saja, ada petunjuk sebelumnya bahwa sukacita akan bercampur dengan kesedihan. Segera setelah doa syukurnya, misalnya, Simeon memberi tahu Maria bahwa anaknya "telah ditetapkan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di Israel, serta menjadi tanda yang ditentang banyak orang. (Dan sebilah pedang akan menusuk jiwamu)" (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+2:34-35">Lukas 2:34-35, AYT)</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Dan Yesus secara teratur mengubah — atau mencoba mengubah — ekspektasi para murid untuk memasukkan penderitaan dan kematian-Nya: "Anak Manusia harus menderita banyak hal dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan akan dibangkitkan pada hari yang ketiga" (<a target="_blank" href="https://alkitab.mobi/ayt/passage/Luk+9:22">Lukas 9:22, AYT)</a>.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Namun, janji-janji Natal tetap melekat pada mereka; pada momen yang tidak kalah pentingnya dengan Perjamuan Terakhir itu sendiri, para murid berdebat lagi tentang siapa yang akan menjadi yang terbesar dalam kerajaan yang akan datang — yaitu, mereka jelas masih percaya bahwa Natal akan datang.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Namun, beberapa jam kemudian, keyakinan mereka hancur, karena orang yang seharusnya menghidupi kebenaran janji-janji Allah tergantung di kayu salib. Kematian, seperti yang dipahami oleh para murid sendiri, adalah akhir dari janji-janji ini.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Kecuali, tentu saja, kematian itu sendiri dikalahkan.</p> <p style="margin-bottom:1em;">Jika kematian tidak lagi menjadi akhir, maka janji-janji Natal akan diperbaharui. Natal, dengan kata lain, membutuhkan Paskah. Natal adalah pengumuman kabar gembira. Tetapi tanpa Paskah, Natal hanyalah kekecewaan, janji-janji Allah yang tidak terpenuhi dan calon <a target="_blank" href="https://biokristi.sabda.org/sang_mesias_lahir">Mesias</a> yang telah mati. Paskah "kebangkitan" adalah alasan mengapa Natal adalah Natal. Kabar gembira dari Gabriel, para malaikat, nabi Simeon dan yang lainnya justru bersukacita karena <a target="_blank" href="https://misi.sabda.org/apakah_yesus_bangkit_dari_kematian">kematian Yesus</a> bukanlah akhir dari hidup mereka.</p> <!--QUOTE Start--><div class="kontainerResponsif" style="display:inline-block;float:left;"> <div style="border-bottom:2px solid #cccccc;border-top:1px solid #cccccc;color:blue;display:block;font-size:1.2em;margin:.5em;overflow:auto;text-align:center;width:300px;"> Paskah "kebangkitan" adalah alasan mengapa Natal adalah Natal<br /><br /> </div> </div> <!--QUOTE End--><p style="margin-bottom:1em;">Paskah tidak hanya membangkitkan janji-janji Natal, tetapi juga mengubahnya. Kita tidak lagi dapat mendengar kata-kata Gabriel atau pemberitaan malaikat tanpa mengetahui bahwa kematian dan <a target="_blank" href="https://pepak.sabda.org/arti_penting_kebangkitan_0">kebangkitan</a> adalah syarat penggenapannya. Tidak ada sentimentalitas, tidak ada kepahlawanan, tidak ada kemeriahan. Pengharapan yang mengarah ke depan adalah janji-janji ini. Janji-janji itu menantikan Paskah untuk penggenapannya, dan dari penggenapan ini muncullah sukacita kita. Banyak lembaga Kristen mencari cara untuk mengakui sukacita Natal yang seharusnya ? gereja, tentu saja, tetapi juga perpanjangan tangan gereja, seperti bank makanan dan tempat penampungan tunawisma, memanfaatkan "semangat Natal" untuk tujuan yang baik. Para pemimpin lembaga-lembaga ini sebaiknya menyadari bahwa Natal hanyalah permulaan, dan bahwa, pada kenyataannya, jika hanya itu yang kita miliki, kita akan membodohi diri kita sendiri tentang sukacita yang ada di sini. (t/Yosefin)</p> <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"> <tbody> <tr> <td colspan="3" style="font-family:inherit;font-size:12px;font-weight:bold;line-height:1.5;text-align:left;">Diambil dari:</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Nama situs</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Faith and Leadership</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Alamat artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;"><a target="_blank" href="https://faithandleadership.com/c-kavin-rowe-why-christmas-needs-easter">https://faithandleadership.com/c-kavin-rowe-why-christmas-needs-easter</a></td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Judul asli artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">C. Kavin Rowe:Why Christmas needs Easter</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="100" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">Penulis artikel</td> <td valign="top" width="10" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">:</td> <td valign="top" style="font-family:inherit;font-size:12px;line-height:1.5;text-align:left;">C. Kavin Rowe</td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div><div class="field field-name-taxonomy-vocabulary-2 field-type-taxonomy-term-reference field-label-hidden"><div class="field-items"><div class="field-item even"><a href="/category/jenis_bahan/artikel">Artikel</a></div></div></div></description> <pubDate>Mon, 18 Nov 2024 08:19:17 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <guid isPermaLink="false">37056 at https://natal.sabda.org</guid> </item> </channel> </rss>